Kapolri: Kekuatan Kelompok Teroris Santoso Tinggal 40 Orang

Kapolri: Kekuatan Kelompok Teroris Santoso Tinggal 40 Orang

Idham Kholid - detikNews
Selasa, 01 Des 2015 20:19 WIB
Kapolri: Kekuatan Kelompok Teroris Santoso Tinggal 40 Orang
Komisi III DPR menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015). Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Aparat gabungan dari TNI dan Polri terus berupaya menangkap anggota jaringan teroris kelompok Santoso. Kekuatan kelompok teroris yang bersembunyi di daerah pegunungan di Poso, Sulawesi Tengah dinyatakan sudah terdeteksi.

"(Kekuatan kelompok Santoso) ada 40 orang," kata Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti usai menghadiri peluncuran buku berjudul 'Dari Balik TKP' karya Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan di Gedung Mutiara, PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2015).

Badrodin sudah melaporkan perkembangan Operasi Camar Maleo III untuk menangani kelompok Santoso ke Presiden Joko Widodo pada Jumat (20/11). Lokasi persembunyian kelompok Santoso sudah diketahui namun penindakan belum dapat dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah perburuan terhadap kelompok Santoso, pada Senin (23/11), beredarย  rekaman video seseorang yang mengaku sebagai Santoso Abu Wardah AsySyarqi Hafidzahullah.

Dalam video itu, Santoso mengancam akan menyerang beberapa kantor pemerintahan termasuk Mapolda Metro Jaya. Bukan cuma itu, orang yang menyebut dirinya Santoso mengancam akan mengibarkan panji hitam di Istana Merdeka, Jakarta.

Terkait video tersebut, Badrodin menegaskan jajarannya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran video. Tak lupa personel keamanan sambung Badrodin meningkatkan kewaspadaan.

Dalam upaya memberantas terorisme, Tim Densus 88 Anti Teror memang berhasil menembak mati gembong kelompok Santoso, Daeng Koro, dalam baku tembak pada April 2015. Daeng Koro yang memiliki nama asli Sabar Subagio itu lebih menakutkan dari Santoso.

Namun begitu, upaya pemberantasan teroris juga menelan korban jiwa dari pihak keamanan baik TNI maupun Polri. Yang teranyar, prajurit TNI bernama Serka Sainuddin (32) tewas dalam operasi Satgas Camar Maleo.

Baku tembak terjadi di Dusun Gayatri, Desa Maranda, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulteng, Minggu (29/11) pukul 09.30 WITA. Badrodin memastikan pelaku penembakan prajurit TNI merupakan kelompok Santoso.

"Jadi dalam Operasi Camar Maleo itu ada Tim kecil dari Bimob dan TNI. Saat kejadian itu tim kecil, hanya TNI saja," ujar Badrodin menceritakan kejadian yang menyebabkan Serka Saenuddin gugur. (idh/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads