Catat! Ini Janji Manis Perbaikan JPO 'Horor' di Jakarta

Catat! Ini Janji Manis Perbaikan JPO 'Horor' di Jakarta

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 26 Nov 2015 09:03 WIB
Catat! Ini Janji Manis Perbaikan JPO Horor di Jakarta
Foto: Jabbar/ detikcom
Jakarta - Wajah horor jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta segera dipercantik. Dana yang digelontorkan tidak tanggung-tanggung mencapai Rp 9 miliar. Buktikan realisasinya tahun 2016!

Pembenahan JPO ini sangat penting mengingat mayoritas JPO di Ibu Kota rawan kejahatan. JPO tertutup spanduk-spanduk, sepi, gelap, dan kotor. Aksi kejatanan mengintai masyarakat yang melintas di jembatan, sepertiΒ  peristiwa memilukan yang dialami seorang karyawati. Perempuan berusia 23 tahun itu dirampok lalu diperkosa oleh pria misterius di JPO yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Polisi pun masih memburu penjahat seksual itu.

Kejadian ini menyedot perhatian Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan jajarannya. Ahok kemudian menginstruksikan agar JPO di Jakarta terbuka dan lampunya terang benderang. Selain itu, pengawasan keamanan dipantau melalui CCTV yang akan difungsikan di setiap kelurahan. Patroli polisi dan Satpol PP juga akan menggelar patroli di titik-titik rawan pada malam hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah menargetkan akan memperbaiki 61 JPO. Dana yang dikucurkan berkisar Rp 9 miliar. Perbaikan masing-masing JPO diprediksi memakan dana Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. Anggaran tersebut, kata dia, sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2016.

Begini janji manis perbaikan JPO:

1. Perbaikan JPO Rp 9 Miliar

Foto: Hasan Alhabshy
Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp 9 miliar untuk memperbaiki 61 JPO.

"Anggarannya saya tak terlalu hafal. Namun kisarannya antara Rp 100 sampai 150 juta untuk satu JPO," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah kepada detikcom, Kamis (26/11/2015).

Andri mempersilakan untuk menghitung kisaran total biaya yang diperlukan untuk memperbaikai 61 JPO. Bila dihitung secara kasar, Rp 150 juta dikalikan 61 JPO hasilnya Rp 9.150.000.000,00.

Dia menyatakan, perbaikan 61 JPO itu meliputi banyak hal, mulai dari gelagar, lantai, tangga, hingga menghapus coretan-coretan liar.

"Intinya, dibuat nyaman," kata dia.

Sistem penunjukan langsung perusahaan tak akan dilakukan, karena berpotensi menjurus jadi medan 'bagi-bagi jatah' proyek. Anggaran miliaran rupiah itu dinyatakan sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016.

"Sudah masuk di KUA-PPAS," ujarnya.

2. Lampu Sorot

Foto: Jabbar Ramdhani
Tahun depan, sekitar 61 JPO akan dipasangi lampu sorot.

"Kita sudah menganggarkan di 2016. Ada 61 JPO yang dikerjakan dinas. Itu perbaikan gelagar, railing atas, pagar termasuk pemasangan lampu sorot," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2015).

Pemasangan lampu sorot ini sudah diajukannya dalam usulan Kebijakan Umum APBD Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016. 61 JPO yang akan diperbaiki dan dipasangi lampu sorot itu adalah JPO yang terhubung dengan halte bus Transjakarta. Perbaikan ini akan sepenuhnya menggunakan APBD DKI 2016 dan akan menggunakan sistem lelang.

3. Patroli dan Pantau CCTV

Foto: M Iqbal/detikcom
Saran untuk menyiagakan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ternyata tak bisa dipenuhi.

"Siaga semua pasti enggak cukup," kata Gubernur DKI Basuki T Purnama di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2015).

Ia mengatakan jalan satu-satunya yakni melakukan pengawasan melalui CCTV. Karena itu, ia sedang mengupayakan pengadaan CCTV agar segera bisa difungsikan.

"Makanya paling betul kerjasama dengan polisi, tiap kelurahan ada monitor CCTV bisa deteksi wajah," sambungnya.

Hal serupa juga disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian. Karena tak bisa menyiagakan aparat polisi di JPO yang rawan, maka ia sangat berharap program 6 ribu CCTV yang dibuat Ahok bisa segera terealisasi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kukuh Hadi Santoso mengatakan sudah mengerahkan anggotanya untuk berpatroli di daerah-daerah yang rawan terlebih di saat malam hari.

"Anggota kita sudah patroli terlebih kalau malam hari," ucap Kukuh.
Halaman 2 dari 4
(aan/dra)


Berita Terkait