Selama kurang lebih 5 jam sidang ketiga kasus Engeline dibuka umum, pria asal Sumba yang akrab disapa Agus itu terlihat lebih rileks. Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim, Edward Haris Sinaga, itu menanyakan pada pasutri tersebut terkait asal muasal perkenalan dengan Agus, rentetan peristiwa sejak Agus resmi bekerja sebagai pembantu di rumah Margriet pada 23 April 2015 lalu. Juga terkait kedekatan emosional terdakwa dengan Engeline serta penghuni di rumah Margriet lainnya.
"Saudari saksi, apakah pernah melihat Engeline masuk ke dalam kamar Agus? Apakah Engeline takut pada Agus? Lalu dia bagaimana pada anda? Selama ini sikapnya seperti apa yang sesuai anda kenal?" ujar Edward di ruang Candra, PN Denpasar, Bali, Selasa (3/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tatapan Agus selama saksi berlangsung seolah tak pernah lepas memandang kedua saksi dan sesekali memperhatikan pertanyaan baik dari jaksa dan majelis hakim. Beberapa kali pandangannya menunduk sambil menggenggam kedua tangannya ketika rentetan peristiwa misteri hilangnya Engeline dipaparkan oleh Susiani dan Handono.
Dalam kesaksiannya, Susiani terlihat lebih aktif menjawab pertanyan dan memberi kesaksian detail seputar detik-detik hilangnya Engeline. Sehari sebelum Engeline dinyatakan hilang, Jumat (15/5/2015) sekitar pukul 08.00 Wita, Susiani berangkat kerja dan baru pulang kos kira-kira pukul 11.00 Wita. Ketika itu, Agus telah menunggunya di teras. Dengan wajah khawatir, Agus bercerita tentang kekerasan fisik pada Engeline yang dilihat oleh mata kepalanya sendiri.
"Jumat jam 11 Wita, saya pulang kos ada Agus. Wajahnya kelihatan takut, khawatir karena melihat Engeline dipukuli sama bu Margriet sampai keluar darah dari telinga dan hidungnya," papar Susiani menirukan cerita Agus kala itu.
"Ah masa sih Gus, dimana sekarang dia? Itu ada di dalam kamar (kamar Margriet). Jawabnya Agus gitu," sambung Susiani.
Dengan membawa rasa penasaran tentang kondisi Engeline, keesokan harinya, Sabtu (16/5/2015) usai pulang kerja sekitar pukul 17.00 Wita, secara tiba-tiba pasutri ini diadang oleh Agus dan Margriet di gerbang pintu. Sore itu, keduanya diberi kabar mengenai kasus hilangnya Engeline. Seketika kabar tersebut membuat pasutri ini kaget, lantaran Engeline dikenal sebagai bocah yang jarang keluar rumah.
"Kami diadang sama Agus dan Margriet di gerbang itu, Agus langsung bilang kalau Engeline hilang. Kami kaget. Masa hilang Gus? Karena kami paham betul kalau Engeline ini jarang sekali keluar rumah," jelas Handono dan Susiani bersahutan.
Selepas kedua orang ini menyampaikan hilangnya Engeline, secara tiba-tiba pula sekitar pukul 20.00 Wita, Yvone dan Rohanna mengunjungi rumah Margriet. Susiani sempat melihat ketiganya terlibat obrolan serius yang dilakukan di sebelah mobil Kijang dengan kondisi pintu mobil terbuka.
Ketika keterangan ini dibeberkan, wajah Agus seperti terlihat terpaku sejenak seolah membayangkan kembali peristiwa yang terjadi 5 bulan lalu itu. Beberapa kali ketika majelis hakim dan JPU meminta saksi dan terdakwa untuk menjelaskan perihal barang bukti, jawaban mereka bertiga juga cocok tanpa cela. (try/try)











































