DetikNews
Rabu 07 Oktober 2015, 15:14 WIB

Ketua DPRD DKI Curhat Pernah Jadi Pengguna Narkoba, Rumah Tangga Berantakan

Mei Amelia R - detikNews
Ketua DPRD DKI Curhat Pernah Jadi Pengguna Narkoba, Rumah Tangga Berantakan Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku pernah mengalami masa-masa kelam di saat masih muda. Di masa muda, dia sudah akrab dengan minuman keras hingga narkoba.

Hal ini diungkapkan Prasetyo dalam diskusi mingguan yang mengangkat tema 'Darurat Narkoba' di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

"Saya ini jadi Ketua DPRD periode sekarang. Saya juga pernah anak muda, sebagai korban narkotika. Alhamdulillah Tuhan kasih jalan saya sekarang jadi Ketua DPRD DKI yang menemani saudara Ahok," kata Prasetyo.

Prasetyo juga bicara soal bahayanya narkoba. Ia yang punya pengalaman dengan narkoba merasakan bahayanya narkoba hingga rumah tangganya berantakan.

"Saya ini korban. Saya berantakan dengan rumah tangga. Alhamdulillah saya dapat istri baru yang baik lagi. Saya bisa kembali ke jalan yang baik," katanya lagi.

Menurut politisi PDIP ini, sumber dari narkoba ini adalah karena banyaknya diskotek. Untuk itu, ia ingin agar Pemda DKI membatasi jam operasionel diskotek.

"Kita sebenarnya mau megatur semua. Mau lagu gedek-gedek kek atau apa kek, semua di republik ini saya rasa tahu masalah ekstasi ini timbulnya di mana," kata Prasetyo.

Prasetyo menegaskan, DPRD bukannya mau menutup, tetapi mengatur jam operasional diskotek.

"Bukan saya mau menutup jam 12, kalau dia tidak bisa kompromi, ya saya tutup jam 12. Tapi kalau bisa, iya pak, siap. Enggak ada masalah, jam 2 atau jam 1 saya enggak masalah," katanya.

Menurutnya, pembatasan jam operasional efektif dalam mengurangi penyalahguanaan narkotika dan minuman beralkohol. Tetapi, kata dia, saat ini bukan hanya tempat hiburan malam saja yang menyediakan minuman beralkohol, bahkan ritel dan swalayan pun menjual minuman beralkohol secara bebas.

"Saya bisa kasih satu contoh soal usaha yang ada minumannya. Contoh (Prasetyo menyebut sejumlah minimarket), saya suruh stop karena korban anak-anak. Saya sebagai wakil rakyat prihatin. Saya melihat anak-anak SD, SMP, SMA umur 15 tahun itu minum sampai tengah malam," tuturnya.

"Dia dibawa orang, kemudian dipulangkan dan dibawa lagi. Apakah saya enggak boleh punya satu terobosan di Jakarta sebagai wakil rakyat? Nah sama juga dengan diskotek," katanya lagi.

Tidak hanya itu, Prasetyo juga menyoal diskotek yang berdiri di lingkungan padat penduduk. Ia mengkhawatirkan hal ini akan mempengaruhi sosial di lingkungan sekitar diskotek tersebut.

"Apakah Amdal sudah siap? Contoh SCBD, ini bisa, sebab samping-kiri depan belakangnya sama kampung jauh. Tapi di Jakarta Barat, di sana perkampungan, ada gereja, mesjid ada apa. Apakah itu layak?" tutupnya.
(mei/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed