Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto membenarkan adanya peristiwa yang terjadi hari ini sekitar pukul 02.00 WIT. Peristiwa tersebut, kata Dwi, berawal dari sejumlah warga yang mabuk dan menerobos masuk bandara.
"Karena wilayah bandara masuk otoritas dari TNI AU, maka prajurit kami mengingatkan. Namun mereka melawan," kata Dwi saat dihubungi detikcom, Jumat (2/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga yang membawa senjata tajam seperti parang, pedang, mereka merusak fasilitas yang ada di bandara," kata Dwi.
Melihat itu, prajurit Paskhas mengeluarkan tembakan peringatan agar masyarakat tersebut mundur. Dwi tidak menyebut berapa kali tembakan dimuntahkan dari pistol prajurit Paskhas. Saat itu ada 14 prajurit yang mengadang amuk massa.
Tembakan peringatan terus dilakukan sampai massa keluar dari kawasan bandara. "Rupanya di luar ada yang terkapar. Ada dua orang polisi KP3 dan satu orang masyarakat," kata Dwi.
Dua personel polisi mengalami luka tembak di paha dan bokong, sedangkan 1 warga terkena tembakan di kaki.
"Mereka pakai seragam dan berupaya meredam massa. Tapi sekarang situasi sudah kondusif. Sudah klir, sudah ditangani Pangdam, Danlanud, dan Kapolres," kata Dwi.
Ditegaskan kembali mengenai arah tembakan peringatan dan beberapa kali tembakan dilakukan, Dwi mengaku tidak bisa menyebutkan. "Saya enggak bisa sebutkan," kata Dwi. (ahy/nrl)










































