DetikNews
Kamis 01 Oktober 2015, 00:34 WIB

Eks Danjen Kopassus Muchdi PR: Tidak Ada Lagi Komunis di Indonesia!

Yulida Medistiara - detikNews
Eks Danjen Kopassus Muchdi PR: Tidak Ada Lagi Komunis di Indonesia! Foto: Yulida/detikcom
Jakarta - Mantan Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI (Purn.) Muchdi Purwoprandjono (Muchdi PR) yang juga menjadi saksi peristiwa G 30 S/PKI menyatakan sikap kerasnya terhadap komunis. Dia mengatakan, di Indonesia paham komunis tidak akan hidup. No way!

"Founding Father kita Bung Karno mewajibkan seluruh warganya memeluk Tuhan Yang Maha Esa. Kalau komunis kan sudah jelas anti agama bahwa agama dianggap sebagai sampah dsripada masyarakat. Agama merupakan candu daripada masyarakat, bagi saya no way! tidak ada lagi komunis di bumi Indonesia," ujarĀ  mantan Komandan Jenderal Kopassus itu di gedung Pelajar Islam Indonesia, Jl Menteng No 58, Jakarta Pusat, Rabu (30/09/2015).

Ia mengatakan, salah satu cara untuk memberantas paham komunis yaitu dengan cara kembali memahami pancasila. Sebab pancasila sebagai dasar negara yang menjadi pedoman masyarakat sejak dulu.

"Pada zaman orde baru ada namanya pedoman penghayatan pancasila pokoknya kalau itu dianggap kurang benar ya dibenarkan bagaimana agar masyarakat punya ideologi pancasila. Nah itu harus menjadi live of passion kehidupan bangsa-bangsa ini," kata Mayjen TNI Muchdi.

Ditemui disela-sela penayangan film ini, dirinya menghimbau masyarakat agar tidak melupakan sejarah dan tidak melupakan kekejaman PKI. Dirinya yang kala itu menjadi aktivis Pelajar Islam Indonesia dan ayahnya sebagai pimpinan Masyumi merasa bersyukur bahwa dirinya tidak menjadi salah satu korban yang meninggal dunia atas peristiwa itu.

Mengenai paham radikal yang menyebar ia mengatakan hal itu dipersilahkan saja. Namun, tetap terhadap fakta sejarah.

"Saya kira itu menjadi salah satu kewajiban rakyat lah mana yang radikal, saya kira kita sebagai negara demokrasi itu apapun boleh silahkan saja lah, tapi jangan melupakan sejarah gitu kan jangan memutar balikkan sejarah bahwa pada saat itu hanya PKI saja yang menjadi korban, umat islam juga menjadi korban," ucap Mayjen TNI Muchdi yang menjadi salah satu saksi peristiwa G 30 S PKI.

Ia mendesak Komnas Ham supaya aktif membubarkan paham-paham komunis yang menyebar. Apabila Komnas Ham serius menyelesaikan peristiwa itu, ia mengatakan bahwa Komnas Ham harus melihat secara jernih.

"Mestinya kan mereka itu melihat semua secara jernih kejadian saat itu jangan di satu pihak aja. Supaya kalau orang bilang jangan melawan lupa kita juga melawan lupa jangan sampai salah ini jelas-jelas. Pemberontakan PKI pada saat itu kok malah dilupakan, disuruh melupakan. Malah suruh pemerintah minta maaf, gak ada ceritanya saya bilang minta maaf udah jelas PKI berontak pada saat itu," ungkapnya.

Ia menilai bahwa MPR sedang memasyarakatkan kembali pancasila dan bhineka tunggal ika. Sebagai negara yang besar dan memiliki ideologi pancasilais agar tidak mengikuti paham negara asing. Sebab seharusnya pancasila iu diamalkan.


(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed