DetikNews
Rabu 23 September 2015, 17:39 WIB

Penipu Tas Hermes Rp 950 Juta Dibui 2 Tahun, Kerabat Devita: Tidak!!!

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Penipu Tas Hermes Rp 950 Juta Dibui 2 Tahun, Kerabat Devita: Tidak!!! Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Devita Priska alias Ping ping. Ia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam perkara penipuan sebuah tas Hermes seharga Rp 950 juta.

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU yang sebelumnya mengajukan hukuman penjara 3 tahun. Majelis hakim yang dipimpin oleh hakim Budy Hertantyo juga mengatakan bahwa terdakwa Devita tetap berada di dalam tahanan.

"Maka terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan. Dijatuhi pidana 2 tahun dan dibebani pula untuk membayar biaya perkara," ucap hakim Budy Hertantyo di PN Jakpus, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2015).

Terdakwa Devita tampak tenang mendengar vonis yang dibacakan oleh majelis hakim. Namun kerabatnya tampak terkejut mendengar vonis yang dijatuhi majelis hakim untuk Devita.

"Tidak!!!" teriak seorang wanita dari bangku penonton.

Menurut kuasa hukum terdakwa, Anda Hakim, vonis ini telah mengkebiri tuntutan JPU. Anda menyatakan sidang ini abal-abal.

"Vonis ini hanya melihat tuntutan jaksa yang dikebiri. Sama juga sidang ini sidang abal-abal," ujar Anda.

Kuasa hukum Devita pun berniat akan melaporkan majelis hakim kasus penipuan tas Hermes kepada Komisi Yudisial (KY). Selain itu, Anda pun berniat untuk mengajukan banding atas putusan ini.

"Itu hakim nggak lihat? Kapan Bu Vivi ke Medan? Mengaku makan di rumah makan Padang. Terus katanya bandaranya pas ke sana sudah bagus. Padahal bandara Kuala Namu baru beroperasi kapan? Bulan apa? Ayo deh kita cek ke Garuda Indonesia, Lion Air. Pernah gak Bu Vivi ke Medan?" tutur Devita sambil masuk ke dalam mobil tahanan.

Kasus ini melibatkan sosialita cantik sekaligus pengusaha dealer mobil yang juga pemilik berbagai hotel mewah, Margaret Vivi. Dalam kasus ini Vivi menganggap dirinya korban penipuan jual beli tas oleh Devita. Tetapi, Devita menegaskan dirinya bukan penipu. Bahkan Devita menuding penyidik, jaksa hingga majelis hakim merekayasa kasus.
(yds/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed