Uji Coba Kopaja Terintegrasi TransJ Dilakukan Oktober 2015

Uji Coba Kopaja Terintegrasi TransJ Dilakukan Oktober 2015

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Selasa, 08 Sep 2015 23:10 WIB
Uji Coba Kopaja Terintegrasi TransJ Dilakukan Oktober 2015
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Rencana Pemprov DKI untuk mengintegrasikan bus Kopaja dan TransJ akan terlaksana pada Oktober 2015. Adapun bus Kopaja S-66 (Blok M-Manggarai) dijadikan uji coba sistem pembayaran non-tunai dengan cara tapping di mesin tiket elektronik.

"Kopaja S-66 ini merupakan proyek percontohan. Kenapa rute ini, karena saat dikaji oleh INDII (Indonesia Infrastucture Initiative) yang dianggap siap Kopaja. Rutenya juga dinilai laik untuk proyek percontohan," kata Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).

Akan tetapi, saat ini pihaknya masih menunggu kajian INDII terkait lokasi pemasangan mesin tiket elektronik. Jenis bus yang tepat dioperasikan juga masih dimatangkan oleh INDII, apakah menggunakan bus sedang dengan deck tinggi atau deck rendah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Metode pembayaran nanti tetap ada tapping. Ada beberapa metode yang sedang dikaji, (yakni) tapping di halte atau dalam bus," lanjutnya.

Bus Kopaja juga menerapkan sistem rupiah per kilometer, sehingga tidak lagi mengejar setoran. Ada atau tidaknya penumpang, bus tetap beroperasi karena PT TransJ akan membayar operator bus sesuai yang telah ditetapkan.

"Pemerintah harus berkontrak dengan operator untuk membiayai. Pemerintah menetapkan tiket, operator yang menjalankan. Operator-operator itu dikoordinir oleh satu otoritas transportasi," sebut Kosasih.

Diharapkan ini bisa mengubah kebiasaan para sopir yang selama ini berorientasi pada jumlah setoran pendapatan. Sebab, menurutnya moda transportasi umu semestinya tidak berpatokan dengan jumlah penumpang tetapi jadwal.

"Pelayanan angkutan umum itu bisa diatur dengan baik kalau sopir-sopirnya tidak lagi diwajibkan nyetor, tapi digaji. Pelayanan umum itu seharusnya tidak tergantung pada penuh atau tidaknya penumpang, tapi harus sesuai dengan jadwal. Semua itulah yang nanti akan kita mulai di Kopaja trayek S-66," terangnya.

"Kalau semua transportasi di Jakarta bisa di-manage dengan rupiah per kilometer, pengusaha mendapat kepastian. Asal mereka ikut aturan. Nah, sopir dan penumpang pasti untung," sambung Kosasih.

Kosasih ingin sistem transportasi di Ibu Kota perlahan dibenahi dan mencontoh negara-negara tetangga, di mana para sopir digaji sehingga tidak ada yang ngetem. Rencananya, bus Kopaja terintegrasi TransJ ini diluncurkan pada 28 Oktober 2015.

"Target kami diluncurkan pada 28 Oktober, pas Hari Sumpah Pemuda. (Bus) S-66 ini proyek percontohan untuk pengintegrasian bus kota di luar jalur busway," tutup dia. (aws/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads