Ahok Sempat Usul ke Jokowi Agar IPDN Dibubarkan

Ahok Sempat Usul ke Jokowi Agar IPDN Dibubarkan

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Jumat, 04 Sep 2015 21:55 WIB
Ahok Sempat Usul ke Jokowi Agar IPDN Dibubarkan
Jokowi dan Ahok ketika 'reuni' blusukan kemarin (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) mengusulkan pembubaran Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Menurutnya, sekolah praja ini untuk menjadi PNS atau sekretaris pribadi pejabat tak ada keharusan dari IPDN.

"Kemarin saya bilang ke Pak Jokowi, 'Pak, kalau bisa, IPDN bubarkan saja Pak. Untuk apa ada sekolah IPDN kalau masuknya juga nggak jelas gimana tesnya, lulusnya gimana. Itu hanya pembekalan korps saja," ucap Ahok dalam sambutannya usai melantik pejabat di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (4/9/2015).

Menurutnya, banyak alumni IPDN yang telah menduduki jabatan strategis justru patungan untuk menyogok jaksa atau inspektorat agar tak memeriksanya. Ahok menilai solidaritas ini sudah salah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Ahok merasa tak ada keharusan seorang pejabat mengangkat lulusan IPDN menjadi ajudan atau staf pribadi. Ia mencontohkan dirinya yang memiliki ajudan anggota kepolisian.

"Saya tidak pernah pakai ajudan dari IPDN, atau STPDN sejak menjabat bupati. Saya enggak mau pakai. Waktu kampanye (Pilkada) kampanye dikasih polisi, ya udah bagus, rekrut aja udah. Untuk apa (ajudan IPDN)? Dia hanya punya 2 peluru. Kalau polisi, tentara, dia bisa punya 9, 18. Saya enggak mau ajudan dari IPDN," ucapnya.

Jika soal penerimaan PNS, Ahok mengatakan 'suplai' PNS bisa dari mana saja. Perusahaan swasta, polisi, TNI atau lulusan S1. Namun, ia tak tahu respons Jokowi apa terhadap usulannya itu. (mnb/dhn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads