DetikNews
Sabtu 18 Juli 2015, 19:23 WIB

Bus Berasap di Jatinegara, PT TransJ Minta Semua Inobus Diperiksa

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Bus Berasap di Jatinegara, PT TransJ Minta Semua Inobus Diperiksa Foto: aditya fajar
Jakarta - Direktur Utama PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih menyesalkan peristiwa terbakarnya accu bus TransJakarta sehingga mengeluarkan asap tebal di Stasiun Jatinegara 2, Jaktim. Dia meminta seluruh armada bus Inobus diperiksa

"Kami memohon maaf kepada publik Jakarta yang menggunakan moda transportasi Transjakarta karena terjadinya hal ini. Meskipun bus tidak terbakar karena prosedur keselamatan kami lakukan dengan baik, serta tidak ada korban karena prosedur evakuasi kami lakukan dengan baik, namun harus diakui bahwa pelayanan kami belum sempurna," kata Kosasih dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7/2015).

Kosasih sudah melaporkan kejadian yang terjadi sekitar pukul 11.40 WIB di Jl Raya Bekasi Barat, Jaktim ke Kepala Dishub dan Transportasi DKI. Berdasarkan hasil pemeriksaan teknisi masalah terjadi akibat hubungan pendek pada kabel accu (baterai) yang mengalami hubungan pendek sehingga membakar pembungkus kabel.



Tiupan kipas mesin menyebabkan timbulnya asap. "Bus tidak terbakar karena tindakan yang tepat," imbuh Kosasih.

Dia menjelaskan bus DMR-008 bermerk Inobus, dioperasikan oleh DAMRI yang merupakan salah satu operator Transjakarta. Bus Inobus yang dioperasikan pun baru berumur 3-4 tahun.

"Pihak DAMRI sendiri sangat kooperatif dan Direktur Utama DAMRI telah menyatakan akan memeriksa semua bus dengan merk yang sama yang mereka operasikan terutama dari sisi kelistrikannya." ujar Kosasih.

Menurutnya, PT TransJakarta berkomitmen mempercepat pengadaan bus baru terutama yang berbahan bakar diesel, untuk menggantikan bus-bus yang sudah tidak layak jalan atau yang harus diperbaiki dalam jangka waktu cukup lama.



"Berdasarkan statistik, bus-bus berbahan bakar diesel memang relatif jarang sekali mengalami risiko terbakar. Untuk bus-bus berbahan bakar gas yang baru, saat ini kami hanya berani melakukan pengadaan bus BBG yang sudah terbukti aman dioperasikan di negara lain," papar Kosasih.
(aws/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed