DetikNews
Senin 13 Juli 2015, 02:52 WIB

Seluruh Kapal Pelni Kini Hanya Sediakan Kelas Ekonomi, Kecuali 3 Kapal

M Iqbal - detikNews
Seluruh Kapal Pelni Kini Hanya Sediakan Kelas Ekonomi, Kecuali 3 Kapal Foto: Iqbal
Semarang - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mempunyai 28 kapal penumpang dengan beragam kelas untuk melayani angkutan di pelabuhan seluruh Indonesia. Namun, perusahaan pelat merah itu kini diminta pemerintah untuk menyeragamkan semua layanan menjadi kelas ekonomi (single class).

Kelas ekonomi, jika Anda pernah menaiki kapal Pelni tentu terbayang rupa dan suasananya. Penumpang tidur beramai-ramai dengan satu orang satu kasur dalam satu dek, tapi berhimpitan antar penumpang. Di bagian atas kasur ada tempat untuk menyimpan barang dan dua colokan untuk mengisi baterai alat elektronik.

Sementara kelas II adalah ruangan/kamar berisi 4 kasur, dengan lemari, dan kamar mandi di dalam. Kelas I ruangan berisi 2 kasur, dengan lemari dan kamar mandi serta seterusnya. Lalu bagaimana kelas itu dijadikan ekonomi?

Caranya, Pelni mencopot semua pintu kamar itu sehingga seolah sama dengan kelas ekonomi yang berupa deretan kasur. Meski sebetulnya tetap berbeda karena tetap ada sekat antar kamar dan karena suhu ruangan yang lebih terkontrol.

"Kapal dibuat single class, nggak ada lagi kelas I, kelas II. Tahun lalu masih ada kamar, sekarang dipakai untuk kelas ekonomi. Kelas III dibuka sementara, nantinya diekonomikan. Jadi kita diminta (pemerintah) untuk satu layanan," kata Dirut PT Pelni Elfien Goentoro yang ikut dalam pelayaran ke Semarang, Minggu (11/7/2015).

Menurut Elfien, intruksi itu disampaikan pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, bahwa per 1 April semua layanan kapal Pelni disetarakan atau dirombak menjadi ekonomi. Termasuk penggunaan fasilitas yang sebelum hanya bisa diakses kelas tertentu, sekarang semua sama.

"Semua kapal kecuali KM Kelud, KM Tidar, dan KM Tatamailau," ujarnya.

Ketiga kapal itu masih dipakai untuk aktivitas bisnis seperti meeting on board, gathering, study, wisata dan lainnya. Banyak pihak swasta maupun pemerintah yang masih membutuhkan layanan kapal Pelni untuk salahsatu seperti kebutuhan di atas dengan menempuh rute tertentu.

"Misal Pemda Maluku raker di atas kapal 200 orang termasuk gubernur dan eselon I, pakai kapal KM Tidar. Ada juga rakor perintis pakai KM Kelud. Sementara KM Tatamailau kita targetkan untuk wisata," papar Elfien.

"Jadi lain dari itu single class, supaya satu layanan. Pelayananan meningkat dan menambah kelas. Cuma resikonya  tarif tiketnya ekonomi semua," ucap Elfien.

Penerapan single class sudah mulai dilakukan untuk layanan mudik bulan ini, di mana Pelni diminta pemerintah memfasilitasi perjalanan Jakarta-Semarang bagi pemotor secara gratis. Ada 2.252 penumpang dan 861 motor yang diangkut di tahap pertama.
(bal/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed