DetikNews
Senin 25 Mei 2015, 14:41 WIB

BNP2TKI: Perawat Lansia Asal Indonesia Disukai di Jepang

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
BNP2TKI: Perawat Lansia Asal Indonesia Disukai di Jepang
Jakarta - Perawat di panti jompo, atau yang biasa disebut careworker, asal Indonesia ternyata disukai di Jepang. Permintaan careworker asal Indonesia dari Negeri Matahari Terbit itu pun bertambah.

Data di atas ditambah fakta bahwa rasio lulusan careworker Indonesia dalam ujian nasional di Jepang melebihi rasio careworker Jepang. Sehingga banyak panti jompo dan lansia Jepang, tertarik dan berminat untuk menambah kuota careworker dari Indonesia.

Dari siaran pers yang diterima dari BNP2TKI, Senin (25/5/2015), Managing Director Japan International Corporation Welfare Employment and Labor (JICWEL), Takashi Tsunoda, mengatakan dari survei yang mereka lakukan, 93 persen careworker Indonesia dikenal rajin, ramah dan sangat memuaskan.

"Rumah sakit, panti lansia dan pasien pun sangat menyukai dengan careworker dari Indonesia, dibandingkan dari Filipina, Vietnam dan bahkan Jepang itu sendiri," kata Takashi ketika menyambut Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dalam lanjutan lawatannya ke Jepang.

Menurut Nusron Wahid, pengiriman careworker dan perawat ke Jepang merupakan hasil kesepakatan economic partnership agreement antara pemerintah Indonesia dengan Jepang dan sudah berjalan selama 8 tahun. Para careworker ini bekerja menjadi asisten perawat dan careworker selama 3 tahun. Mereka menerima gaji antara 175.000 yen sampai 250.000 yen.

Di Jepang, para careworker ini harus mengikuti ujian nasional. Menurut Takashi, rasio kelulusan careworker Indonesia mencapai 65,7 persen. "Padahal rasio careworker Jepang rasionya hanya 61,2 persen. Namun untuk yang nurse belum bisa menyamai orang Jepang," ujar Takashi.

Atas prestasi ini, Nusron meminta agar kuota pengiriman careworker tahun mendatang ditingkatkan, karena Indonesia sudah begitu banyak memberikan kemudahan lalu lintas perdagangan barang dan jasa dari Jepang ke Indonesia. "Kalau bisa kuota careworker ditambah, supaya impas antara kebebasan bea masuk barang Jepang dengan pengiriman devisa careworker kita," tegas Nusron.

Selain berkunjung ke JICWEL, Nusron juga mengunjungi beberapa panti lansia dan rumah sakit yang memperkerjakan perawat dan careworker Indonesia. Salah satunya panti lansia For You Kai. "Secara umum kerja di sini sangat enak. Gaji tinggi. Fasilitas enak. Semua serba teknologi. Kita banyak kesempatan belajar secara gratis di Jepang, " ujar Septi, careworker lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang baru bekerja 10 bulan.

Septi kini sedang menanti ujian nasional careworker di Jepang. Menurut dia, kalau sudah lulus ujian nasional, gajinya juga bisa naik sebanyak 2 kali lipat. "Ingin lulus, Pak. Supaya gajinya naik," ujarnya ketika ditanya Nusron Wahid.




(Elvan Dany Sutrisno/Ahmad Toriq)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed