Belum Terima Surat dari Kedubes AS, Kapolda Jatim: Kita Sudah Antisipasi

Belum Terima Surat dari Kedubes AS, Kapolda Jatim: Kita Sudah Antisipasi

- detikNews
Minggu, 04 Jan 2015 16:49 WIB
Irjen Pol Anas Yusuf (dok detikcom)
Irjen Pol Anas Yusuf (dok detikcom)
Surabaya, - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia memberi peringatan kepada warganya terkait potensi ancaman di kota Surabaya. Namun, sampai saat ini Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf mengaku belum menerima official letter (surat resmi) dari kedutaan.

"Secara official letter, saya belum menerima. Tapi saya juga membaca di media sosial, di berbagai media online, tentunya saya harus melakukan antisipasi," ujar Irjen Pol Anas Yusuf usai jumpa pers tentang AirAsia di posko Crisis Center di Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Minggu (4/1/2015).

Mantan Wakabareskrim Mabes Polri ini mengatakan, langkah antisipasi yang dilakukan kepolisian seperti menempatkan personel di tempat objek vital yang biasa dikunjungi warga Amerika Serikat.

"Saya sudah mengantisipasi, tentunya dengan menempatkan personel dan deteksi terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya travel warning," terangnya.

Anas menegaskan, kebijakan dari kedubes AS tidak ada kaitannya dengan hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Namun, dia juga mengaku tidak tahu maksud dan alasan dikeluarkan kebijakan dari kedubes.

"Seperti yang saya katakan tadi, saya belum menerima official latter. Saya nggak tahu persoalannya, tapi yang jelas tidak ada kaitannya dengan AirAsia," tandasnya sambil menambahkan, tidak ada kebijakan Siaga I untuk di Surabaya dan Jawa Timur.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, potensi ancaman bisa saja terjadi di beberapa fasilitas umum di Surabaya seperti di bank, hotel dan lain-lain.

"Kedutaan besar AS melihat adanya potensi ancaman terhadap Surabaya," tulis pernyataan dari Kedubes AS untuk Indonesia, yang dilansir AFP, Sabtu (3/1/2015).

Untuk itu, Kedubes AS merekomendasikan ke warganya, baik yang ada di Surabaya atau yang hendak menuju Surabaya untuk meningkatkan kewaspadaan. Dalam pernyataan itu memang tidak dijelaskan apa potensi ancaman yang diprediksi terjadi di Surabaya.

"Kedubes merekomendasikan untuk meningkatkan kewaspadaan kepada warga AS yang akan berkunjung," ujarnya.

Imbauan Kedubes AS, terkait dengan langkah pemerintah RI yang melakukan perang terhadap kelompok ekstrimis di berbagai belahan di Indonesia. Tidak hanya itu, Kedubes AS juga memperkirakan ada 514 WNI yang berangkat ke Suriah dan Irak untuk berjuang bersama ISIS.


(roi/mpr)