DetikNews
Rabu 15 Desember 2004, 16:19 WIB

Walikota Solo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Rp 6,9 M

- detikNews
Solo - Walikota Solo Slamet Suryanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo. Dia diduga menyimpangkan dana Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Rp 6,9 miliar. Kejari Solo juga menetapkan status yang sama terhadap Kepala Kantor Keuangan Pemkot Solo Anung Indra Susanto.Kasi Intel Kejari Negeri Solo, Ponco Hartanto, menyatakan penetapan status tersangka bagi kedua pejabat tersebut setelah pihaknya merasa mendapatkan alat-alat bukti yang cukup untuk melakukan persangkaan. \\\"Dari bukti awal yang ada, mengindikasikan keduanya melakukan perbuatan yang merugikan negara,\\\" kata Ponco kepada wartawan, Rabu (15\/12\/2004).\\\"Kami akan langsung mengirimkan surat pemberitahuan Surat Peintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada kedua tersangka. Mulai Senin pekan depan, sejumlah saksi akan segera kami mintai keterangan terkait kasus ini. Sedangkan pemeriksaan terhadap Saudara Slamet Suryanto menunggu ijin dari presiden,\\\" lanjutnya.Bagi Kejari, dasar pengungkapan kasus adalah adanya laporan Masyarakat Jasa Konstruksi. Pelapor menduga terdapat tiga proyek yang dibiayai dana ABT (Anggaran Biaya Tambahan) senilai Rp 6,9 miliar, yang terindikasi manipulasi dan laporan fiktif. Tiga proyek itu adalah rehabilitasi Balaikota Solo, rehabilitasi Stadion R Maladi Sriwedari dan proyek pompanisasi Kaliwingko.Kejari belum bisa memberikan kepastian apakah kedua tersangka dimungkinkan akan ditahan untuk mempermudah penyidikan. Dia hanya memberikan pemaparan syarat penahanan tersangka adalah apabila dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri atau mengulangi perbuatan.\\\"Selain itu hingga saat ini kami baru menetapkan status hukumnya. Izin pemeriksaan bagi tersangka juga belum kami peroleh. Kalau nanti sudah ada izin, bisa kita lihat dari perkembangan hasil pemeriksaan terhadap tersangka mengenai kemungkinan (penahanan) itu,\\\" ujar Ponco Hartanto sambil menambahkan bahwa penyidikan akan dilakukan oleh tim Kejari yang terdiri dari empat orang jaksa.Seorang jaksa di Kejari Solo yang masuk dalam tim penyidik memberikan informasi bahwa Slamet Suryanto dan Anung bisa dijerat dengan Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999. Kedua pejabat negara itu dianggap melampaui kewenangannya sehingga negara mengalami kerugian miliaran rupiah. Kejari kata dia, juga sudah menyita seluruh bukti-bukti berupa dan SK walikota yang dinilai fiktif.


(asy/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed