DetikNews
Kamis 10 April 2014, 16:08 WIB

Sidang Korupsi Alquran

Eks Pejabat Kemenag, Ahmad Jauhari Divonis 8 Tahun Penjara

- detikNews
Eks Pejabat Kemenag, Ahmad Jauhari Divonis 8 Tahun Penjara
Jakarta - Mantan Direktur Urusan Agama Islam dan Pejabat Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Ahmad Jauhari divonis delapan tahun penjara. Dia dianggap terbukti mendapat Rp 100 juta dan US$ 15 ribu dari pengadaan proyek Alquran tahun 2011 dan 2012.

"Terdakwa Ahmad Jauhari telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Anas Mustakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Jauhari diharuskan membayar uang denda Rp 200 juta subsidair enam bulan kurungan. Hakim berkeyakinan Jauhari telah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Seluruh unsur dalam dakwaan primer sudah terbukti," kata anggota majelis Hendra Yospin.

Dalam pertimbangannya, hakim mengurai sejumlah hal yang memberatkan. Antara lain Jauhari dianggap telah mencoreng Kemenag.

Perbuatan Jauhari juga dinilai mencederai perasaan umat Islam. Pasalnya pengadaan Alquran dirasa masih sangat dibutuhkan.

"Kerugian negara Rp 27 miliar," lanjut Hendra.

Selama mendengar pembacaan putusan, Jauhari terlihat memegang gulungan kertas. Dia tampak serius menyimak pertimbangan hakim. Terkadang kepala Jauhari geleng-geleng, seperti menandakan tidak setuju terhadap putusan hakim.

Dalam surat dakwaan, Jauhari didakwa memperkaya sejumlah pihak yakni mantan Ketua Unit Layanan Pengadaan Ditjen Bimas Islam, Mashuri Rp 50 juta dan US$ 5 ribu, pemilik PT Perkasa Jaya Abadi Nusantara, Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra Rp 6,750 juta, Direktur Utama PT Adhi Aksara Abadi Indonesia, Ali Djufrie Rp 5,8 miliar dan Direktur Utama PT Sinergi Pustaka Indonesia, Abdul Kadir Alaydrus Rp 21,2 miliar.

Pada proyek pengadaan Alquran tahun anggaran 2011, Ditjen Bimas Islam mendapatkan anggaran Rp 22,875 miliar. Dalam proyek ini, Jauhari selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) menetapkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia sebagai pemenang lelang. Jauhari berperan menyetujui penambahan syarat teknis yakni kepemilikan gudang penyimpanan minimal 5 ribu m2.

Pada pelaksanaannya PT Adhi Aksara Abadi Indonesia mensubkontrakan pekerjaan pengadaan ini ke PT Macanan Jaya Cemerlang. Usai proses penyelesaian kontrak dan pembayaran proyek Alquran anggaran 2011, Jauhari menerima duit Rp 100 juta dan US$ 15 ribu dari Abdul Kadir Alaydrus yang juga konsultan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia.

Sedangkan pada proyek Alquran tahun anggaran 2012, Ditjen Bimas Islam mendapat anggaran Rp 59,3 miliar. Jauhari sebagai PPK menetapkan PT Sinergi Pustaka Indonesia dalam proyek ini. Kerugian keuangan negara dalam dua proyek ini mencapai Rp 27,056 miliar. Baik jaksa maupun kubu Jauhari memilih sikap pikir-pikir sebelum menentukan banding.



  • Eks Pejabat Kemenag, Ahmad Jauhari Divonis 8 Tahun Penjara
  • Eks Pejabat Kemenag, Ahmad Jauhari Divonis 8 Tahun Penjara

(mok/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed