DetikNews
Jumat 28 Maret 2014, 13:53 WIB

Caleg Potensial

Caleg Joice Triatman: Di Hadapan Tuhan Saya Janji Tidak Korupsi

- detikNews
Caleg Joice Triatman: Di Hadapan Tuhan Saya Janji Tidak Korupsi Joyce Triatman. (Istimewa)
Jakarta - Kurun waktu tahun 2005 wajah ayu Joice Triatman banyak menghiasi layar televisi, dan surat kabar. Waktu itu dia menjadi runner up Miss Indonesia. Perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah 33 tahun lalu itu kemudian menjadi presenter sebuah stasiun televisi swasta.

Kini Joice memutuskan maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai Nasional Demokrat untuk Dewan Perwakilan Rakyat RI. Ada segudang persoalan di negeri ini yang menurut dia hanya bisa diselesaikan oleh orang baik. “Di negara ini Sebenarnya banyak orang baik, tapi terlanjur apatis. Bagaimana bisa berperan dalam melakukan perubahan kalau tidak masuk politik,” kata dia saat berbincang dengan detikcom, Rabu (26/3) lalu.

Joice terpilih oleh tim detikcom sebagai salah satu caleg potensial yang berani berjanji dan berkomitmen tidak akan korupsi, tidak membolos dan tidak menghambur-hamburkan uang negara. Berikut petikan wawancara detikcom dengan ibu dari satu putra ini.






Apa motivasi Anda maju sebagai calon anggota legislatif?

Awalnya saya adalah seorang penyiar di sebuah stasiun televisi, dari situ saya melihat bahwa banyak persoalan di negeri ini. Khususnya masalah pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Semua itu harus diselesaikan. Lalu siapa yang bisa menyelesaikan?

Di negara ini sebenarnya banyak orang baik, tapi terlanjur apatis. Padahal untuk melakukan perubahan itu harus terlibat di dalam pengambil kebijakan. Bagaimana bisa berperan dalam melakukan perubahan kalau tidak masuk politik. Nah saya sebagai orang baik, setidaknya di keluarga merasa punya niat untuk melakukan perubahan itu.

Prioritas 100 hari pertama Anda di DPR nanti?

Jika saya diizinkan, saya ingin duduk di Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan penyiaran. Sesuai dengan latar belakang profesi saya sebelumnya. Atau di Komisi X yang membidangi pendidikan dan kebudayaan.

Niat saya di komisi pendidikan adalah berangkat dari keresahan seorang Ibu yang melihat sistem pendidikan saat ini. Kita tahu bahwa begitu lahir maka orang tua sudah harus memberikan pendidikan secara informal kepada si bayi.

Ironinya selama ini kita sering dijadikan objek oleh lembaga pendidikan dari negara lain. Banyak sekolah-sekolah internasional itu dikelola oleh orang asing. Saya ingin kualitas pendidikan kita tidak kalah dengan lembaga-lembaga tersebut. Dan itu saya yakin bisa, karena anggaran pendidikan kita itu 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kurikulum harus dibenahi, kualitas tenaga pengajar ditingkatkan. Itu dulu yang akan saya perjuangkan.

Dalam beberapa survei, setiap tahun DPR selalu disebut sebagai lembaga terkorup. Bagaimana pendapat Anda?

Ini kembali ke kita. Jika memang tidak puas dengan kinerja anggota DPR yang lalu karena dianggap korup alangkah baiknya memberi kesempatan kepada kami yang baru ini. Kami akan melakukan perubahan itu, perubahan ke arah yang lebih baik.

Salah satu penyebab perilaku korup anggota DPR karena tingginya biaya kampanye, ongkos demokrasi yang tinggi, menurut Anda?

Wajar jika ada yang berfikiran seperti itu. Karena biaya kampanye yang dikeluarkan terlalu besar mereka kemudian mengharap mendapat hasil yang lebih besar. Tapi itu kemudian kembali ke diri kita masing-masing.

Saya lahir, mohon maaf bukan dari golongan kaya raya, tapi juga bukan dari keluarga tidak berpunya. Saya lahir dari keluarga berkecukupan, dan saya tidak akan tergiur dengan besarnya uang berapapun jumlahnya.

Anda bersedia berjanji untuk tidak korupsi?
Saya janji di hadapan Tuhan saya tidak akan korupsi.

Jika ada yang memberi uang dengan asal usul tidak jelas, semacam THR (tunjangan hari raya). Apa sikap Anda?
Jelas saya tolak, saya termasuk galak untuk urusan seperti ini.

Tahun lalu anggota DPR banyak disorot karena banyak yang bolos, menurut Anda?
 Karakter kebiasaan bolos itu harus diubah. Jika saya diberi kesempatan menjadi anggota DPR saya akan vokal. Pembenahan moral dan akhlak anggota DPR harus dilakukan, diperbaiki. Beri waktu kepada kami yang baru-baru ini, kami akan komitmen. Kehadiran di DPR adalah bentuk tanggungjawab kepada konstituen.

Anggota DPR juga dianggap suka menghambur-hamburkan uang negara, salah satunya dengan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri yang mengada-ada.

Mindset itu harus diubah. Kunjungan ke luar negeri harus dilakukan bila memang benar-benar diperlukan, bukan karena alasan ingin jalan-jalan. Dan maaf, saya sudah pernah keliling juga ke beberapa negara di dunia. Jadi tidak akan mau kunjungan kerja ke luar negeri jika memang tidak diperlukan.


Anda punya informasi tentang calon anggota legislatif potensial? atau Anda sendiri caleg yang bersedia berjanji dan berkomitmen untuk tidak korupsi, dan tidak bolos? kirimkan data pribadi Anda ke redaksi detikcom.




  • Caleg Joice Triatman: Di Hadapan Tuhan Saya Janji Tidak Korupsi
    Joyce Triatman. (Istimewa)
  • Caleg Joice Triatman: Di Hadapan Tuhan Saya Janji Tidak Korupsi
    Joyce Triatman. (Istimewa)

(erd/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed