Daerahnya kecil tapi penting karena memiliki nilai historis. Seperti itulah Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kini daerah bekas kerajaan yang pernah menjadi salah satu pusat pendudukan kolonial ini jadi mentereng setelah Bupati Nurdin Abdullah memimpin.
Bantaeng hanya memiliki 8 kecamatan. Sebagian besar di antaranya berada di bagian selatan dan terbentang mengikuti garis pantai sepanjang 21 km. Sisanya berada di bagian utara yang merupakan dataran tinggi Pegunungan Lompobattang.
Penduduk di bagian selatan didominasi petani rumput laut, sedangkan penduduk di utara lebih banyak berprofesi sebagai petani buah seperti strawberi, apel, dan talas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gedung tinggi di dekat kawasan tersebut adalah rumah sakit yang sangat mentereng bagi daerah sekecil Bantaeng. Gedungnya bertingkat 8 lantai. Fasilitasnya sangat wah, persis seperti rumah sakit di kota-kota besar.
Sebelumnya, pusat kota itu hanya kawasan terbengkalai dan ditumbuhi semak belukar. Oleh Nurdin yang terpilih sebagai bupati pada tahun 2009 silam, kawasan tersebut ditata ulang. Kini wujudnya berubah drastis.
Berkat penataan dan pembangunan daerah, Nurdin terpilih lagi menjadi bupati pada tahun 2013 lalu. Profesor Ilmu Kehutanan ini masuk dalam daftar 19 tokoh alternatif menurut Komunike Bangsa Peduli Indonesia (KBPI). Sejajar dengan Jusuf Kalla, Khofifah Indar Parawansa, Chairul Tanjung, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
(trw/nrl)











































