'Peluru Panas' Adik Jenderal Prabowo

- detikNews
Kamis, 13 Feb 2014 13:20 WIB
Jakarta - Tak ada angin dan tak ada hujan, peluru panas dilontarkan adik Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. Sasarannya tak lain adalah jenderal-jenderal yang menatap Pilpres 2014. Apakah ini awal 'perang bintang' di Pilpres 2014?

Awanya Hashim hanya membuka fakta bahwa tak hanya kakaknya yang ditolak Amerika. Namun ada 7 jenderal yang ditolak negeri Paman Sam itu. Persoalannya adalah masalah HAM di masa lalu. Hashim mengaku mendapatkan informasi sahih itu dari hasil 8 kali mondar-mandir bertemu orang penting di Washington.

"Prabowo hanya 1 dari 7 jenderal yang ditolak Amerika. Ada 7 jenderal yang di blacklist, tidak hanya Prabowo, catat itu! " kata Hashim saat berkunjung ke redaksi Trans TV, Jl. Kapten P. Tendean no 12-14A, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2014).

Hashim lantas menyebut lima dari tujuh jenderal yang ditolak Amerika. "Pak Sjafri masih ditolak, Pak Wiranto, Pramono Edhie, Zacky Anwar Makarim. Jadi ada 7 atau 8 jenderal yang diblacklist," ungkapnya.

Diantara nama-nama itu, ada pensiunan jenderal yang sudah jadi capres sama seperti Prabowo. Yakni Wiranto dan Pramono Edhie Wibowo. Sontak suara Hashim menuai protes keras dari dua kubu itu.

Pramono Edhie langsung membuat siaran pers, mengungkap bahwa dirinya tak pernah ditolak Amerika Serikat. "Selain pernah menjalani pendidikan special forces di Amerika Serikat pada tahun 1985, 1986 dan 1998. Tahun 2012 silam, saya kembali mengunjungi Amerika Serikat, tepatnya di Pangkalan Komando Militer Amerika Serikat-US Asia Pacific Command (USPACOM) di Hawai dalam kapasitas saya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat," jelas Edhie dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (13/2/2014).

Edhie balik menuding Hashim melanggar HAM. "Menuduh seseorang bahwa seseorang dinyatakan oleh negara lain melakukan pelanggaran HAM, adalah pelanggaran HAM itu sendiri," tuding Pramono.

Respons keras juga ditunjukkan oleh Partai Hanura. Wajar saja, capresnya yang juga mantan Panglima TNI itu disenggol adik jenderal Prabowo.

"Tak ada hujan tak ada angin tiba-tiba Pak Hashim berteriak seperti cacing kepanasan. Kami pun tidak paham apa maksudnya. Biarkanlah nanti masyarakat yang menilai, toh kami tidak merasa terganggu sama sekali atas ocehan tersebut," kata Ketua DPP Hanura Saleh Husin saat dihubungi, Kamis (13/2/2014).

Lalu apakah pernyataan keras Hashim yang sudah 8 kali mondar-mandir ke AS bakal mempengaruhi peta pertarungan para jenderal di Pilpres 2014? siapa pro Prabowo dan siapa yang di posisi sebaliknya?




(van/try)