DetikNews
Minggu 29 Juli 2012, 14:53 WIB

Polisi Catat Habib Bahar Pernah Terlibat Kasus Kekerasan Lainnya

- detikNews
Jakarta - Pemimpin Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar bin Smith, yang memimpin sweeping di kafe di kawasan Bintaro, Jaksel, semalam, ternyata menurut rekam jejak kepolisian pernah terlibat dalam beberapa aksi kekerasan.

\\\"Tahun 2010 Habib Bahar pernah pimpin penyerangan jemaat Ahmadiyah di Kebayoran Lama, Jaksel,\\\" kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugianto di kantornya, Jl Wijaya I, Jaksel, Minggu (29\/7\/2012).

Menurut Imam, Habib Bahar sempat ditahan atas kasusnya itu. \\\"Cuma lebih detailnya kurang hapal. Saya belum di Polres Jaksel waktu itu,\\\" kata dia.

Sebagai sedikit informasi, Habib Bahar ini merupakan tokoh yang dipercayakan untuk \\\'membimbing\\\' ormas-ormas kepemudaan. Dia biasa disebut sebagai Habib Bule karena fisiknya yang kebule-bulean.

\\\"Dia suka memberikan ceramah ke ormas-ormas seperti FBR dan Forkabi yang garis lunak,\\\" kata Imam.

Basis Majelis Pembela Rasulullah sendiri terletak di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Sementara pengikut Habib Bahar mencapai ratusan orang yang berdomisili di Ciputat, Pesanggrahan dan Pondok Aren.

Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Hermawan menambahkan, Habib Bahar juga pernah terlibat dalam aksi di Makam Mbah Priok, Tanjung Priok, beberapa tahun silam.

\\\"Waktu kisruh makam Mbah Priok juga dia ikut,\\\" tambah Hermawan.

Dalam aksi sweeping di Kafe De Most, Jl Veteran Raya, Bintaro, Jakarta Selatan, Habib Bahar memimpin langsung aksi tersebut. Ia pula yang mengkoordinir massa bersama tersangka lainnya yakni SY yang merupakan pengurus Majelis Pembela Rasulullah.

\\\"Aksinya ini sudah direncanakan 2 minggu sebelumnya,\\\" katanya.

Dalam konsolidasi itu, Habib Bahar merencanakan pemetaan tempat-tempat yang akan disapu oleh ormasnya.

\\\"Untuk diketahui ormas ini bergerak dari Pesanggrahan ke Bintaro rencana mau razia Kafe Putri di Cipulir,\\\" ujarnya.

Dari Cipulir, massa merencanakan untuk merazia kafe di Ciledug. Namun, belum sampai ke lokasi, polisi yang mendapat informasi adanya aksi sweeping di Kafe De Most oleh ormas tersebut langsung melakukan pengamanan.

Anggota ormas termasuk Habib Bahar berhasil ditangkap setelah melakukan aksi sweeping tersebut.

Dalam aksinya itu, massa melengkapi diri dengan senjata tajam seperti celurit, golok, stik golf dan lainnya. Bahkan, peralatan senjata tajam itu dibuat khusus menjelang aksi.

\\\"Celurit dibuat 2 minggu sebelum aksi di pandai besi di Pondok Aren,\\\" tutupnya.








(mei/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed