Polisi Akan Panggil Sandiaga Uno Terkait Kasus Tanah

- detikNews
Senin, 21 Des 2009 20:13 WIB
Jakarta - Satuan Harta, Benda, Bangunan dan Tanah (Hadra Bangtah) Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya akan memeriksa pengusaha terkenal, Sandiaga Uno. Sandiaga akan diperiksa sebagai saksi terkait laporan pemalsuan sertifikat tanah di Tangerang.

"Jadwal pemeriksaan akan dilakukan setelah tahun baru. Dia hanya saksi saja," kata Direktur Reskrimum Polda Metro, Kombes Idham Azis kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Senin (21/12/2009).

Sebelumnya, Sandiaga pernah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Namun, Sandiaga mangkir saat itu. "Alasannya karena dia sakit," kata Idham.

Kepala Satuan Harda Bangtah, AKBP Hilman melalui Kanit I Sat Harda Bangtah, Kompol Andre Wibowo menjelaskan, November lalu, Edward Suryajaya melaporkan Dino Sudrajat ke Polda Metro Jaya.

Dalam laporannya, kata Hilman, Edward menuding Dino telah memasukkan keterangan palsu dalam sebuah akta otentik sertifikat tanah No 31, seluas 20 hektar di kawasan Tangerang.

"Edward dilaporkan atas pribadi dia dan sebagai Dirut PT Jakarta Depo Satelit (JDS)," ungkap Andre.

Sebelum kasus ini muncul, Dino pernah membuat laporan kehilangan sertifikat tanah No 31 ke Polres Tangerang. Atas dasar laporan itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) membuat sertifikat No 32, sebagai sertifikat pengganti.

"Padahal sertifikat itu sudah dilelang di Singapura dan dimenangkan oleh perusahaan milik Edward Suryajaya. Dibuat oleh Dino seolah-olah hilang," kata Andre.

"Nah kemudian sertifikat itu dimasukkan oleh PT Pandan Wangi Sekartaji (PWS) ke dalam klausul perjanjian dengan PT Pertamina. Tanah itu sendiri, digunakan Pertamina untuk perluasan depo Pertamina di Tangerang," lanjut Hilman.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 6 saksi yang didatangkan dari pelapor, Pertamina dan BPN. "Dari keterangan salah satu saksi, menyebutkan nama Sandiaga Uno. Makanya Sandiaga mau kita periksa," ujarnya.

Polisi juga pernah melayangkan surat panggilan kepada Dino pada akhir November. "Namun Dino keburu sudah meninggal," kata Andre.

Meski demikian, Andre menambahkan proses hukum terhadap badan usaha yang dipimpin Dino, tetap berjalan.
 
Polisi mengaku belum mengetahui kaitan Sandiaga dalam kasus tersebut. Jadi Sandiaga pun belum tentu bersalah. "Kita juga mau minta AD/ART PT PWS untuk mengetahui kedudukan Sandiaga," tuturnya.

Endus Keterlibatan BPN


Dari keterangan para saksi yang telah diperiksa, polisi menemukan keganjalan dalam penerbitan sertifikat pengganti No 32. Polisi mengendus dugaan keterlibatan oknum di BPN dalam penerbitan sertifikat palsu itu.

"Kemungkinan terlibat. Karena yang mengeluarkan sertifikat pengganti kan BPN," tandas Andre.

Sementara itu saat hendak dikonfirmasi terkait pemanggilan ini, Sandiaga tidak mengangkat telepon genggamnya.
(mei/ndr)