detikNews
Jumat 07 Agustus 2009, 09:53 WIB

Cerita Julukan \'Si Burung Merak\' untuk WS Rendra

- detikNews
Cerita Julukan \Si Burung Merak\ untuk WS Rendra
Jakarta - \\\'Si Burung Merak\\\', begitulah julukan penyair lintas generasi, Willibrordus Surendra Broto Rendra alias WS Rendra. Bagaimana kisah julukan Si Burung Merak itu muncul? Kisah ini bermula saat Rendra dan sahabatnya dari Australia berlibur di Kebun Binatang Gembiraloka, Yogyakarta.

\\\"Waktu itu dia mengantar temannya dari Australia ke Yogya. Kemudian temannya itu diajak jalan-jalan ke Kebun Binatang Gembiraloka,\\\" cerita sahabat dekat Rendra, Edi Haryono, kepada detikcom, Jumat (7\/8\/2009).

Nah, saat tiba di kandang merak, Rendra melihat seekor merak jantan berbuntut indah sedang dikerubungi merak-merak betina. \\\"Seperti itulah saya,\\\" tutur Edi mengulang ucapan Rendra. Kala itu Rendra memiliki dua istri yaitu Sunarti dan Sitoresmi.

Setelah kejadian tersebut, teman Rendra langsung cerita kepada teman-temannya. Berawal dari mulut ke mulut inilah akhirnya julukan Si Burung Merak melambung. \\\"Temannya langsung cerita-cerita, Rendra kayak burung merak. Temannya di Yogya langsung menjuluki dia Si Burung Merak,\\\" ungkap Edi.

Edi, yang kenal WS Rendra sejak tahun 1974 ini mengaku, memang pribadi Rendra mirip dengan merak. \\\"Dia orangnya suka pamer. Seperti burung merak jantan yang suka memamerkan bulu-bulu indahnya,\\\" cerita Edi.

Sebagai teman yang sangat dekat, Edi merasa sangat kehilangan. Dia menuturkan, semasa hidup Rendra adalah sosok yang sangat jenaka dan baik hati serta suka membantu teman yang kesusahan.

\\\"Orangnya kocak, suka melucu, suka ngerjain teman-teman dekatnya. Tapi dia orang yang sangat teliti dan suka membantu teman-temannya,\\\" ujar pria yang hingga saat ini masih menjadi pengurus Bengkel Teater milik Rendra di Citayam, Depok, ini.

Dia pertama kali mendengar kabar meninggalnya Rendra dari asisten pribadi Rendra, Arifin. \\\"Arifin ngasih tahu sambil nangis. Dia bilang Mas Willi wis ora ono (Mas Willi sudah tidak ada),\\\" cerita Edi.

\\\"Rencananya almarhum akan dimakamkan usai salat Jumat nanti,\\\" pungkas Edi.

Selamat jalan Si Burung Merak..


(anw/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com