50% Perubahan Iklim Terjadi Karena Penggunaan Energi yang Tak Efisien

- detikNews
Kamis, 30 Jul 2009 13:25 WIB
Jakarta - Perubahan iklim (climate change) menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan makhluk hidup. Tahukah Anda bahwa 50 persen perubahan iklim terjadi karena penggunaan energi yang tidak efisien?

"50 Persen perubahan iklim terjadi karena penggunaan energi yang tak efisien. Seperti pengeksploitasian air tanah yang berlebihan, penggunaan bahan bakar berlebihan, dan penggunaan listrik yang berlebihan," kata Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Peni Susanti.

Hal tersebut disampaikan dia dalam acara Pertemuan Asosiasi Dinas Pengelola ESDM Provinsi se-Indonesia di Auditorim Nyi Ageng Serang, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2009).

Dikatakan Peni, eksploitasi air tanah secara berlebihan dapat menyebabkan kekurangan air bersih. Mengambil contoh Jakarta, menurutnya, kota ini bisa menjadi kota nomor satu dari 530 kota di Indonesia dalam hal krisis air jika eksploitasi tersebut tidak dihentikan.

"Makanya kita bersama-sama harus bahu membahu menghadapi climate change melalui efisiensi energi. Efisiensi energi langkah penting kita untuk mengurangi dampak pemanasan global itu," jelas perempuan berkebaya hijau ini.

Peni menambahkan, pengendalian perubahan iklim bukan menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Pihaknya menunggu partisipasi aktif dari para masyarakat, akademisi, dunia usaha, LSM, dan media massa untuk merespons perubahah iklim tersebut.
(irw/nrl)