Dari sejumlah data yang dihimpun detikbandung, patung tersebut merupakan hasil karya pematung tersohor yaitu Sunaryo. Dari racikan tangan alumnus sarjana seni rupa ITB ini, patung tersebut resmi berdiri setahun sebelum masa reformasi atau tepatnya sejak 1996.
Layaknya pejuang pelajar tempo dulu, patung direka seperti wujud aslinya. Patung pria ini berseragam dan bercelana berukuran di atas lutut. Pada bagian kepala terpasang topi seperti kopiah. Lengan kiri memanggul sepucuk senjata laras panjang yang menempel di bahu kiri. Sementara tangan kanan menenteng sebuah buku.
Seabreg karya Sunaryo bertebaran di Kota Bandung. Misalnya, karya Sunaryo yang hingga kini dapat dijumpai ialah Monumen Bandung Lautan Api. Selain itu, Monumen Dasasila (Simpang Lima) yang berada di antara tengah-tengah Jalan Asia-Afrika, Jalan Gotot Subroto, Jalan Karapitan, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sunda.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (bbp/ahy)











































