Jokowi Soroti Tingginya Angka Kematian, Ini Penjelasan Satgas COVID-19 Jatim

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 20:01 WIB
Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi/Foto: Faiq Azmi
Surabaya - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti angka kematian dalam Kasus COVID-19 di Jatim yang masih tinggi. Satgas COVID-19 Jatim menjelaskan penyebabnya.

Dalam data di website milik Pemprov Jatim, infocovid-19.jatimprov.go.id yang di-update pada Jumat (20/8/2021), total angka kematian dalam Kasus COVID-19 di Jatim mencapai 26.348. Atau 7,14 persen case fatality rate.

Dari 26.348 kasus kematian tersebut, yang meninggal karena COVID-19 sebanyak 23.079. Sedangkan yang meninggal karena penyakit lain sebanyak 3.269 kasus.

Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi mengakui, angka kematian dalam Kasus COVID-19 di Jatim masih tinggi. Namun dalam beberapa pekan terakhir, Joni menyebut angka kematian sudah mulai menurun.

"Tinggi sih sebetulnya ndak, periodiknya udah mulai menurun. Tapi memang variannya (COVID-19 Delta) lebih ganas," ujar Joni.

Joni menjelaskan, banyak kematian dalam Kasus COVID-19 di Jatim terjadi di IGD. Di mana, pasien datang dengan kondisi sudah sangat buruk.

"Hampir 40 persen kan meninggalnya (angka kematian) masuk di IGD," terang Joni.

Direktur Utama RSU dr Soetomo ini menambahkan, jajaran Forkopimda Jatim saat ini terus mengupayakan agar warga yang isolasi mandiri, untuk dirawat di ruang isolasi terpusat (isoter).

"Maka dari itu isolasi terpusat (isoter), supaya bisa dikontrol, pada saat dia masuk rumah sakit lebih mudah. Karena ruang isoter terhubung, dulu kan banyak yang sulit mendapat (perawatan) rumah sakit," tambahnya.

Sebelumnya diketahui, Presiden Jokowi menyoroti angka kematian dalam Kasus COVID-19 di Jatim yang masih tinggi. Jokowi lantas mengungkap dua faktor penyebabnya.

"Kemudian yang berkaitan dengan angka kematian. Hati-hati, di Jawa Timur tinggi sekali, 7,1 persen, hati-hati, tinggi sekali. Ini tinggi sekali. Penyebabnya menurut saya kemungkinan yang isoman tidak segera masuk ke isoter, sehingga selalu dibawa ke rumah sakit itu pada posisi terlambat, saturasinya sudah turun baru dibawa ke rumah sakit, terlambat, banyak di situ. Yang kedua komorbid. Dua ini kenapa tinggi," kata Jokowi saat menyampaikan arahan kepada Forkopimda Jatim di Madiun, yang videonya diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden.


(sun/bdh)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork