Tak Mampu Berobat, Ibu di Brebes Ini 2 Bulan Menahan Sakit

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 18:16 WIB
Neni (28) berbaring di kursi menahan sakit.
Neni (28) berbaring di kursi menahan sakit. Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes -

Sudah 2 bulan Neni Triyana (28) berbaring di sofa butut sambil menahan sakit. Karena tidak punya biaya untuk periksa dan berobat, hingga kini belum diketahui penyakit apa yang diderita ibu 3 anak asal Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, itu.

Saat ditemui di rumahnya di RT 5 RW 3 Desa Dukuhturi, Selasa (18/1), Neni tidak bisa diajak berkomunikasi. Dia terus menangis dan mengerang kesakitan sambil memegangi bagian belakang kepalanya. Neni juga mengeluhkan rasa sakit di kedua kakinya.

"Sakitnya mulai parah sejak 2 bulan terakhir. Awalnya sih sakit di kaki sampai muncul koreng, kemudian sakit kepala," kata ayah Neni, Warto (66) saat ditemui di rumahnya.

Warto mengatakan, sejak sakit, Neni hanya pernah berobat ke klinik. "Belum tahu penyakitnya apa, soalnya tidak pernah dibawa ke rumah sakit. Tidak ada biaya buat periksa," ungkap Warto.

Neni adalah anak ke-8 dari pasangan Warto dan Taris. Perempuan malang itu memiliki 3 anak perempuan dan semuanya masih kecil. Suami Neni tidak pernah pulang sejak setahun lalu.

Sebelum sakit, Neni bekerja sebagai buruh di pabrik garmen. Sejak sakit, Neni tidak bisa bekerja. Walhasil, semua kebutuhan keluarga kecilnya ditanggung Warto yang bekerja sebagai tukang becak.

"Mau tidak mau saya yang tanggung semuanya. Istri, anak (Neni), dan cucu-cucu saya. Sementara saya sendiri hanya tukang becak. Sampai pernah saya nangis, cucu saya minta jajan tapi tidak ada uang," sambung Warto.

Sebagai tukang becak, Warto mengaku penghasilannya tidak menentu. Bahkan dia pernah tidak mendapat satu pun penumpang selama tiga hari berturut-turut.

Kepala Desa Dukuhturi, Johan Wahyudi, mengaku baru mengetahui ada warganya yang sakit keras dan tidak bisa berobat ke rumah sakit. Dia berjanji akan membantu mengurus administrasinya agar Neni bisa mendapatkan pengobatan graris.

"Akan segera kami cek kondisinya dan kalau kondisi keluarganya tidak mampu untuk membawanya berobat kami akan membantunya melalui SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)," kata Johan saat dikonfirmasi wartawan.

(dil/ahr)