Muncul 3 Kasus Corona di Solo, Gibran: Tenang Aja

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 21:53 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Senin (17/1/2022).
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Senin (17/1). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom.
Solo -

Setelah cukup lama mengalami nol kasus virus Corona (COVID-19), Pemkot Solo kini menemukan lagi sejumlah kasus baru. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pun mewanti-wanti warga agar mewaspadai masuknya varian Omicron.

Setidaknya, nol kasus terjadi sejak Minggu pekan lalu (9/1). Namun, pada Selasa pekan lalu (11/1) ada tambahan 1 kasus baru. Sedangkan pada Minggu kemarin (16/1), kasus baru kembali muncul dengan penambahan 2 orang. Adapun hari ini, Selasa (17/1), kasus baru muncul lagi meskipun hanya bertambah 1 orang.

Ditanya soal penambahan tiga kasus COVID-19 dalam dua hari ini, Gibran mengatakan, tiga kasus baru itu diduga bukan akibat dari varian Omicron. Meski demikian, Gibran meminta masyarakat tetap waspada karena Omicron sudah masuk ke daerah lain, seperti Jawa Timur.

"Sepertinya bukan (Omicron). Jawa Timur sudah banyak kasus, makanya hati-hati, prokes tetap harus dilaksanakan," kata Gibran di Balai Kota Solo, Senin (17/1).

Gibran berujar, masyarakat harus siap menghadapi varian Omicron. Dia mengklaim Pemkot Solo sudah menyiapkan antisipasi jika terjadi lonjakan kasus pada Februari mendatang, sebagaimana diprediksi oleh para ahli.

"Antisipasi sudah. Vaksinasi tinggi, sudah punya oxygen concentrator, isoter siap, nakes sudah divaksin booster, tenang aja," ujarnya.

Gibran menambahkan, Solo sebenarnya sudah berada di PPKM level 1. Namun, level PPKM juga diatur berdasarkan aglomerasi.

"Solo sebenarnya sudah level satu (PPKM), tapi kalau aglomerasi masih level dua," ujar Gibran.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Satgas COVID-19 Solo, Ahyani, mengatakan Pemkot Solo saat ini belum melakukan pengetatan aturan. Justru sebaliknya, pihaknya akan membuat pelonggaran, antara lain terkait pelaksanaan resepsi pernikahan

"Resepsi sekarang boleh prasmanan, tetapi tetap ada petugas yang mengambilkan (makanan), jadi minim interaksi. Yang penting prokesnya tetap dijaga," kata Ahyani.

Simak juga video 'Disebut Fitnah oleh JoMan, Ubedillah: Tuduhan yang Keliru!':

[Gambas:Video 20detik]



(dil/mbr)