Mengenang Almarhum Sukap Jiman Sosok Pencipta Lagu Lingsir Wengi

Ari Purnomo - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 12:20 WIB
Saat detikcom berkunjung ke rumahnya di Kebon Baru RT 2 RW 9, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (24/11), kondisi kakek berusia 85 tahun itu begitu memprihatinkan.
Sukap Jiman si pencipta Lagu Lingsir Wengi saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu (Foto: Ari Purnomo)
Sukoharjo -

Pencipta lagu Lingsir Wengi, Sukap Jiman berpulang pagi tadi. Di belantika musik tanah air nama kakek kelahiran 10 Oktober 1935 itu cukup dikenal.

Lagu ciptaannya berjudul Lingsir Wengi cukup populer di periode 1990-an. Lagu yang diciptakan Sukap pada tahun 1995 itu dipopulerkan oleh Nurhana.

Sejak dibawakan Nurhana, lagu Lingsir Wengi menjadi begitu digandrungi. Bahkan, seorang almarhum Didi Kempot juga sempat menyanyikan lagu tersebut.

Tetapi, jauh sebelum lagu ciptaannya begitu populer sekira tahun 1970-an, Sukap hanyalah seorang musisi jalanan. Dia menjadi pengamen keliling dari satu kota ke kota lainnya.

"Bapak saya itu dulunya pengamen keliling ke berbagai kota, sekitar tahun 1970-an," ujar anak tertua Sukap, Nursamisri, kepada detikcom, Senin (22/11/2021) kala itu.

Kala itu, Sukap tak hanya aktif mengamen tapi juga mulai menciptakan lagu sendiri. Pada 1995, Sukap menciptakan lagu berjudul Lingsir Wengi atau bisa dalam Bahasa Indonesia artinya bergulirnya malam.

Profesi sebagai pengamen jalanan terus ditekuninya hingga, usia yang semakin tua dan kondisi tubuh yang sudah tidak sehat lagi. Setelah kondisi kesehatan yang terus menurun, Sukap pun memutuskan untuk 'pensiun' menjadi pengamen.

Nur mengatakan, ayahnya berhenti menjadi pengamen ketika penyakit mulai menjangkitinya. Hingga akhirnya Sukap mengalami gejala stroke, lumpuh dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.

"Dulu Mbah Sukap pengamen juga, tapi berhenti karena sakit-sakitan. Lalu sempat kembali ke rumah istrinya di Gunung Kidul," urainya.

Semenjak sakit stroke Sukap tinggal dan dirawat oleh Nur di Kebon Baru, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kondisi Sukap semakin memburuk tiga tahun terakhir. Stroke yang menyerangnya membuat kakinya sudah tidak bisa digerakkan lagi.

"Bisanya hanya berbaring saja, saya yang sehari-hari merawatnya. Kalau pinggang ke atas masih normal, berbicara juga masih normal daya ingatnya juga masih bagus," katanya.

Setelah berjuang dengan penyakit strokenya, pada Minggu (16/1/2022) pukul 09.45 WIB, Sukap mengembuskan napas terakhirnya. Rencananya Sukap akan dimakamkan pukul 15.00 WIB di TPU Widorsari, Kartasura yang tidak jauh dari rumahnya.

(ams/ams)