Heboh LC Karaoke Purworejo Berkostum Mirip Seragam SMA

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Heboh LC Karaoke Purworejo Berkostum Mirip Seragam SMA

Rinto Heksantoro - detikNews
Sabtu, 15 Jan 2022 11:56 WIB
ilustrasi microphone
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Purworejo -

Video ladies companion (LC) atau pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di Purworejo, Jawa Tengah, viral di media sosial lantaran berpakaian mirip seragam SMA. Hal itu sontak membuat heboh hingga pengelola tempat karaoke pun memberikan klarifikasi.

Video LC berpakaian mirip seragam SMA itu diunggah salah satu akun viral di Instagram. Diketahui, video tersebut direkam di tempat karaoke RR di Jalan Kyai Brengkel, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo. Viralnya video tersebut dibenarkan oleh pengelola tempat karaoke, Jemmy Kurniawan (26).

"Benar, itu video di tempat kami," kata Jemmy saat dihubungi detikcom, Selasa (11/1/2022).

Namun, ia menyayangkan dengan pemberitaan dan narasi-narasi di media sosial yang seolah menyudutkan pihaknya. Bahasa pemandu lagu berseragam atau berkostum SMA menurutnya kurang tepat.

"Itu bukan seragam atau kostum SMA, tidak ada identitas atau logo yang menyatakan itu seragam SMA," terangnya.

Pihak pengelola kemudian menutup sementara tempat karaoke itu agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Selain itu, untuk melakukan klarifikasi, pihaknya juga telah dipanggil beberapa institusi.

"Ya biar adem, tidak ada konflik lanjutan, sementara tempat karaoke kami tutup," imbuhnya.

Kostum dengan warna putih abu-abu tersebut, Jemmy menjelaskan, hanya sekadar pakaian seragam para pemandu lagu atau LC agar terlihat kompak dan tidak bermaksud untuk menjatuhkan atau menodai institusi mana pun terutama institusi pendidikan. Ia mengatakan telah terjadi kesalahpahaman dan beralasan pakaian yang dikenakan oleh para LC itu bukan seragam SMA meski memiliki warna yang mirip.

"Kostum tersebut dibuat bukan atas usulan dari pihak kami namun inisiatif para pemandu lagu sendiri biar terlihat kompak katanya. Kami juga meminta maaf jika ada kesalahpahaman, tidak ada maksud sama sekali untuk menjatuhkan institusi mana pun," jelasnya.

Diwawancara terpisah, Korwil SMA se-Kedu, Nikmah Nurbaiti, mengaku enggan berkomentar panjang terkait hal itu lantaran pihaknya hanya fokus mengurus anak didik dan tidak merasa dijatuhkan. Terlebih, ia pun tidak mengenal sama sekali siapa saja yang ada dalam video tersebut.

"Maaf saya hanya fokus untuk anak didik saja, saya tidak kenal mereka dan kami tidak merasa dijatuhkan," ucap Nikmah.

(rih/ahr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT