ADVERTISEMENT

Kreatif! Difabel di Kudus Bikin Patung-Ukiran Wajah dari Limbah Kayu

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 16:27 WIB
Kudus -

Sulikin (24), pemuda difabel asal Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tidak pantang menyerah. Meski memiliki keterbasan fisik, Sulikin memiliki keahlian membuat patung hingga ukiran wajah dari kayu.

Saat detikcom mengunjungi rumahnya, Sulikin tengah sibuk bekerja. Ulik, sapaannya, tampak duduk di lantai membuat sebuah asbak. Tangannya terlihat luwes memahat asbak dari kayu.

Sejumlah karya dari kayu dibuat pemuda tersebut. Mulai dari asbak, patung pewayangan, hingga ukiran wajah Sukarno dan wajah Sunan Kalijaga.

Ulik mengaku sudah tiga tahun ini menekuni mengukir dari kayu. Awalnya dia secara autodidak membuat kerajinan dari kayu tersebut.

"Baru tiga tahun, asbak, patung, pahatan wajah, ini mencoba pahatan wajah," kata Ulik, Kamis (13/1/2022).

"Belajarnya dari ingin mencari kesibukan dan melihat kayu limbah itu, akhirnya saya buat kegiatan. Ya dari kecil suka, tapi coret coret di buku itu. Akhirnya mencoba media kayu dan hasilnya seperti ini," sambung Ulik.

Dia mengatakan patung dan ukiran wajah buatannya terbuat dari limbah kayu jati. Ulik mengaku mengumpulkan kayu jati kemudian dibuat menjadi benda yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Bahannya dari kayu bekas, kayu jati tua," ujarnya.

Ulik, perajin ukiran wajah dan patung dari limbah kayu di Kudus, Kamis (13/1/2022).Ulik, perajin ukiran wajah dan patung dari limbah kayu di Kudus, Kamis (13/1/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Adapun untuk pekerjaannya membutuhkan waktu tiga sampai empat hari. Seperti membuat ukiran wajah, dia mengaku mengerjakan selama tiga hari. Mulai dari membuat sketsa wajah hingga mengukir sedikit demi sedikit. Tak jauh berbeda dengan membuat patung dari kayu.

"Pahatan wajah saya kerjakan sama tiga sampai empat hari. Pertama membuat sketsa, terus dilihat atau ditempelkan terus diukir. Patung sama asbak, patung membutuhkan waktu selama tiga sampai empat hari," jelas Ulik.

"Ukiran wajah yang saya buat Sunan Kalijaga dan Ir Sukarno, sedangkan patung semar, asbak, semar yang banyak dicari," sambungnya.

Karya Ulik dijual dengan harga beragam. Mulai dari Rp 100 ribu sampai dengan Rp 500 ribu. Tergantung dengan kualitas dan ukuran permintaan pembeli.

"Ukuran besar panjang ya, tergantung. Pembeli dari Desa Menawan sana, jual baru sekitar Kudus sendiri saja, paling jauh di Batam. Harganya Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu," jelas Ulik.

Ulik mengaku mengalami lumpuh sejak kecil. Kini pun dia berjalan dibantu menggunakan kursi roda. Dia berharap agar ke depan ada bantuan dari pemerintah setempat untuk mendukung usahanya.

"Sejak kecil, kalau saya lihat di foto usia 3 tahun belum apa-apa. Tapi jatuh patah-jatuh patah akhirnya jadi seperti ini. Awalnya panas terus seperti ini," pungkas Ulik.

(rih/ahr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT