Mengenal Tugu Sepuser yang Disebut Titik Nol Kilometer Pulau Jawa

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 12:46 WIB
Jembatan Sigandul Baru dan Gunung Sumbing, Temanggung.
Jembatan Sigandul Baru dan Gunung Sumbing, Temanggung. Foto: dok. website Pemkab Temanggung
Yogyakarta -

Sebuah tugu di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, disebut sebagai Titik Nol Kilometer Pulau Jawa. Tugu tersebut dikenal bernama Tugu Sepuser.

Dikutip dari website Pemkab Temanggung, Tugu Sepuser berada di Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat yang berbatasan dengan Desa Kupen, Kecamatan Kaloran. Disebutkan jika melihat peta pulau Jawa maka tengah-tengahnya akan jatuh pada daerah sekitar Desa Soropadan ini.

Desa Soropadan ini dilewati jalan raya Magelang menuju Semarang. Untuk menuju Tugu Sepuser menggunakan kendaraan roda dua karena kondisi jalan merupakan jalan setapak. Berjarak kurang lebih 500 meter dari jalan raya atau sebelah barat dari Kantor Desa Soropadan maka akan sampai pada tempat tujuan.

Menurut penuturan para sesepuh Desa Soropadan, Tugu Sepuser ini telah dibangun sejak zaman penjajahan Belanda. Tugu Sepuser ini secara turun-temurun masih dipelihara oleh masyarakat sekitar yang dipercayai sebagai tanda tengah-tengahnya Pulau Jawa. Pada awalnya tugu ini terbuat dari batu bata berukuran besar yang diyakini dibuat pada masa kerajaan Majapahit.

Dari cerita yang berkembang secara turun-temurun, tugu ini merupakan perempatan antara Gunung Sumbing dan Gunung Merapi dengan laut utara dan laut selatan Jawa. Cerita ini dikuatkan oleh Kepala Desa Soropadan Kusnindaryanto, bahwa Tugu Sepuser ini keberadaannya sudah ada sejak nenek moyang mereka. Namun, bangunan tugu ini sudah dipugar oleh seseorang dari Jakarta dengan menggunakan bahan keramik sehingga tampilannya tampak lebih modern.

Pada masa Bupati Totok Ary Prabowo, tutur Kusnindaryanto, Bupati Totok pernah datang ke Tugu Sepuser ini ketika melakukan survei untuk pembangunan lapangan terbang di Desa Soropadan. Pada zaman Belanda di sekitar Desa Soropadan ini juga pernah akan dibangun landasan pesawat. Selain itu tempat ini juga berdekatan dengan Kabupaten Magelang sebagai pusat militer.

Pada waktu itu Bupati Totok membawa seorang spiritual yang bernama Ki Kusumo. Pada saat itu Ki Kusumo melakukan upacara ritual di dekat Tugu Sepuser. Dan akhirnya Ki Kusumo membenarkan tentang keberadaan Tugu Sepuser itu bahwa letaknya di tengah-tengahnya Pulau Jawa. Namun, lebih tepatnya bergeser setengah meter dari tugu. Tidak lama kemudian Ki Kusumo menggambar bentuk tugu yang asli ketika dibangun pertama kali karena bentuk tugu yang sekarang merupakan bangunan baru.

Bangunan asli Tugu Sepuser adalah batu bata berukuran besar yang dibuat pada masa zaman Majapahit. Di atas tugu terdapat sebuah batu yang berbentuk wudel atau pusar, yang artinya tengah-tengah. Namun sayangnya bangunan asli ini sudah berubah dan bahan batu bata sudah tidak diketahui keberadaannya.

(rih/aku)