FX Rudy Beri Pesan Begini ke Gibran yang Dilaporkan ke KPK

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 18:22 WIB
Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo, Jumat (24/12/2021).
Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo, Jumat (24/12/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo meminta Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tetap bersikap tenang menanggapi pelaporan di KPK. Dia meminta Gibran tidak buru-buru melaporkan balik dosen UNJ Ubedillah Badrun.

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan sebetulnya Gibran sah-sah saja melaporkan Ubedillah Badrun ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. Namun hal itu dilakukan nanti setelah ada bukti Gibran tidak bersalah.

"Bisa menuntut pencemaran nama baik. Namun tetap menunggu rilis dari KPK. Jangan bergerak sebelum KPK menyampaikan hasil verifikasi. Harus tenang," kata Rudy kepada wartawan di kediamannya, Pucangsawit, Jebres, Solo, Selasa (11/1/2022).

Rudy menilai bahwa kejadian ini adalah hal biasa ketika seseorang sudah terjun di bidang politik. Apalagi Gibran dan Kaesang adalah putra Presiden Joko Widodo.

"Semakin tinggi seseorang, terpaan angin pasti semakin kencang. Ini dinamika politik. Tentu sebagai putra presiden, melangkah saja pasti banyak yang menyorot, memang harus berhati-hati," ujar dia.

Terlebih saat ini sudah mulai ramai pembahasan pemilu. Gibran pun sudah digadang-gadang melaju ke Pilgub Jateng maupun Pilgub DKI Jakarta.

"Mas Gibran surveinya kan tinggi di Jateng maupun di DKI, pasti semakin banyak hambatan," katanya.

Rudy juga mengingatkan kepada pelapor agar tidak sembarangan lapor, karena menyangkut nama baik seseorang. Kepada KPK, Rudy meminta untuk menyampaikan hasil penyelidikan secara transparan.

"Pelapor harus punya data, jangan mengada-ada, apalagi hanya atas dasar kebencian. KPK pun harus memverifikasi laporan itu dan menyampaikan ke publik secara transparan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyatakan siap diperiksa dan siap ditangkap terkait laporan di KPK oleh dosen UNJ Ubedillah Badrun.

Saat ditanya terkait kemungkinan pelaporan balik, Gibran mengaku belum memiliki rencana tersebut. Dia justru meminta agar laporan Ubedillah Badrun tersebut dibuktikan terlebih dahulu.

"Lha ngapa lapor balik (kenapa harus lapor balik)? Kan sudah dilaporkan, dibuktikan dulu. Kalau saya salah, tangkap saja," kata Gibran di Balai Kota Solo, Selasa (11/1).

Simak video 'KPK akan Tindak Lanjuti Laporan Dosen UNJ soal Dugaan KKN Gibran-Kaesang':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman selanjutnya...