Pandemi dan PPKM Diperpanjang, Bupati-DPRD Klaten Kompak Bilang Begini

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 13:41 WIB
Bupati Klaten, Sri Mulyani, Selasa (21/12/2021).
Bupati Klaten, Sri Mulyani (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperpanjang status pandemi COVID-19 dan melanjutkan kebijakan PPKM. Bupati Klaten Sri Mulyani dan Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo kompak menilai keputusan ini berat tapi harus diterima demi kebaikan masyarakat banyak.

"Ya memang ini berat tapi pemerintah memperpanjang pasti sudah mengkaji betul dengan tim yang hebat untuk memberikan masukan. Kebijakankan perpanjangan pandemi itu tentu demi keselamatan warga, kita siap," kata Bupati Klaten, Sri Mulyani pada wartawan di Pemkab, Selasa (4/1/2022).

Mulyani mengatakan pihaknya memahami kebijakan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Apalagi saat ini ada varian Omicron yang juga tak kalah berbahaya dibandingkan varian-varian terdahulu.

"Omicron ini risikonya lebih mengkhawatirkan. Perkembangan cepat juga, sudah ada transmisi lokal di Indonesia, sampai ada pasien yang kabur," lanjut Mulyani.

Mulyani menilai masyarakat masih kuat untuk menghadapi perpanjangan PPKM. Dia menyebut Pemda Klaten siap membantu warganya yang kesusahan.

"Insya Allah masyarakat siap. Kita sudah selalu diuji dengan hal berat dan luar biasa, pemerintah akan selalu hadir membantu kesulitan masyarakat," terang Mulyani.

Dia pun bakal mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat tentang PPKM. Termasuk soal aturan kapasitas di ruang-ruang publik.

"Kita pedomani PPKM, kalau PPKM 75 persen ya 75 tapi kalau 50 persen ya 50. Kita pedomani pasal per pasal PPKM," imbuh Mulyani.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Hamenang menyebut aturan ini dirasa berat tapi penting untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Kalau bicara berat ya berat. Tapi ibarat obat, meskipun pahit harus kita minum agar sembuh," kata Hamenang pada detikcom di kantornya.

Hamenang mengatakan vaksinasi Klaten sudah di atas 80 persen dan menerapkan PPKM level 2. Namun, dia meminta masyarakat Klaten tidak terlena.

"Kita masih level 2, kalau tidak dijaga bisa kembali level 4. Dengan level 2 kita sudah bisa berkegiatan meskipun terbatas, menjaga ritme ini harus kita lakukan bersama jangan sampai kembali seperti bulan Juni- Juli tahun lalu setiap saat ada kematian," pungkas Hamenang.

Simak Video 'Tito Terbitkan Inmendagri, Jakarta PPKM Level 2 Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/ahr)