Viral! Pemuda Klaten Disebut Kelaparan Gegara Ditipu Calo Tenaga Kerja

#detiktif

Viral! Pemuda Klaten Disebut Kelaparan Gegara Ditipu Calo Tenaga Kerja

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 09:58 WIB
Postingan soal korban penipuan calo tenaga kerja
Postingan soal korban penipuan calo tenaga kerja (Foto: dok. tangkapan layar FB ISK)
Klaten -

Havid Alfriandra, seorang pemuda asal Klaten, viral dikabarkan menjadi korban penipuan calo tenaga kerja di Jawa Barat. Yang bersangkutan disebut sampai menggelandang, kelaparan, dan kehausan.

Kabar nasib Havid itu tersebar di berbagai grup Facebook di Klaten. Ada unggahan yang sekadar tulisan tetapi ada yang juga disertai tangkapan layar grup Facebook di Jawa Barat, sampai Jabodetabek. Di grup Facebook ISK-Info Seputar Klaten, informasi itu diunggah pada Selasa (4/1) dini hari.

"KORBAN CALO TENAGA KERJA - Havid Alfriandra, berasal dari Klaten sabtu kemarin datang ke karawang dgn membawa uang senilai Rp. 9.000.000 katanya hasil menjual 1sepeda motor dan kayu, untuk bekerja di KIM dari info grup FB loker Karawang Cikarang dgn adm sejumlah Rp. 8.000.000,- ke sebuah yayasan yg baru dibuka jumat kemarin dan sekarang sudah tutup lagi. ironisnya, sisa uang 1.000.000, di pinta kembali Rp. 900.000,- sebagai biaya pendaftaran dan HP dia juga di ambil dgn alasan untuk memasukan Wifi. setelah itu para calo membubarkan diri kami temukan dia ketika sedang berjalan menuju arah kosambi dlm keadaan lapar dan haus, katanya dia mencari yg mengambil uang dan HP menggunakan ojeg kesana-kemari hingga kehabisan ongkos yg sisa 100rb. termasuk mencari saudarinya yg bernama DIAH karyawati Changsin asal PAKIS JAYA, mengingat tidak hapal NO HP, bahkan akses ke FBnya pun lupa password. barangkali ada warga KLATEN atau yg kenal dgm Diah Changsin asal PAKIS, mohon bantuannya, korban saat ini berada di Masjid Jamie Al-Barkah Kawali, Pancawati Klari dlm kedaan sehat tapi msh shock. catatan; anak Yatim," tulis akun Algixxxxxxx, Selasa (4/1/2021).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah 8 jam diunggah, postingan itu dibagikan 37 kali. Dalam postingan disertakan foto seorang remaja berbaju gelap dan foto KTP yang bersangkutan.

Foto KTP tersebut atas nama Havid, tertulis warga Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Tidak hanya di grup ISK, unggahan serupa juga menyebar di grup lain.

ADVERTISEMENT

Postingan tersebut mendapat puluhan tanggapan dan komentar. Mayoritas warga merasa iba dengan nasib Havid.

"Kasihan sekali dia ketipu sama calo,kurang ajar sekali itu calo,bawa kabur duit orng,laporkan aj ke polisi," tulis akun Amih Ratnasari.

"Semoga yang nipu ga bisa kentut selama y," tulis akun Gaus Pedro.

Pantauan detikcom, postingan nasib Havid juga ada di grup Info Cegatan Klaten (ICK) yang menyertakan tanggapan layar grup Bintaro. Di grup Berita Klaten Terkini, info seputar Klaten, Cawas punya Facebook, info seputar Jogonalan Klaten, dan lainnya.

Kades Kebon, Kecamatan Bayat, Sukoco membenarkan yang bersangkutan adalah warganya. Namun, pihaknya belum tahu apakah warganya menjadi korban penipuan.

"Betul itu warga kami. Yang bersangkutan berada di Karawang, tetapi soal kena tipu calo atau tidak kami belum tahu," ungkap Sukoco saat dimintai konfirmasi detikcom, pagi ini.

Sementara itu, sepengetahuan Sukoco, yang bersangkutan diketahui tinggal di Karawang bersama saudaranya. Havid disebut sudah setahun tinggal bersama saudaranya itu.

"Sepengetahuan saya yang bersangkutan ikut saudaranya bernama Sukirman. Sudah setahun di Karawang," terang Sukoco.

#detiktif adalah program jurnalisme kolaboratif yang melibatkan peran serta pembaca detikcom atau detikers. Pembaca bisa terlibat aktif memberikan informasi suatu isu yang sedang diberitakan #detiktif. Anda yang punya informasi terkait pemberitaan #detiktif bisa berbagi informasi ke redaksi@detikcom dengan subjek "[detiktif] orang hilang". Sertakan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk keperluan verifikasi.

(ams/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads