Ratusan Remaja Kudus Ajukan Dispensasi Nikah, Rata-rata Gegara Hamil Duluan

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 16:13 WIB
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Kudus, Selasa (28/12/2021).
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Kudus (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Pengadilan Agama Kudus, Jawa Tengah mencatat 270 permohonan dispensasi nikah. Rata-rata pengajuan dispensasi nikah remaja ini karena hamil duluan.

"Rata-rata hamil duluan," kata Panitera Pengadilan Agama Kudus, Muhammad Muchlis, kepada wartawan ditemui di kantornya, Selasa (28/12/2021).

Dia mengatakan angka dispensasi nikah tahun ini tidak ada kenaikan jika dibandingkan tahun lalu. Angka dispensasi nikah tahun 2020 ada 270 perkara, sedangkan tahun 2021 ada 270 perkara.

"Tahun ini sama tahun kemarin sama angkanya 270 perkara dispensasi nikah," sambung Muchlis.

Dia menerangkan penyebab mengajukan dispensasi nikah karena hamil duluan. Akses internet semakin mudah menurutnya membuat remaja justru mengakses hal-hal negatif dan akhirnya terjerumus dengan pergaulan bebas.

"Hamil duluan ini karena pergaulan bebas. Mudah akses internet yang tidak senonoh, nonton yang porno, lihat kemudian terinspirasi melakukan tidak-tidak, tanpa belum resmi menikah akhirnya mengajukan dispensasi," urai dia.

Muchlis mengatakan dampak menikah usia muda akan mempengaruhi usia pernikahan. Berdasarkan pengalamannya, tidak sedikit pasangan yang menikah muda yang akhirnya mengajukan cerai di Pengadilan Agama Kudus.

"Secara fisik mental perkawinan belum cukup umur masih kurang, belum kerja, dibebani, hamil, membiayai, mental belum siap akhirnya mengajukan cerai," ujarnya.

Muchlis pun mengimbau kepada generasi muda untuk menggunakan internet dengan baik. Dia pun meminta kepada orang tua untuk mengawasi kegiatan anaknya agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

"Gunakan media sosial internet dengan baik, ketika bermanfaat, tidak bermanfaat jangan dibuka. Orang tua perlu memantau anaknya, biar tidak terjadi hal tidak diinginkan," pungkasnya.

(ams/sip)