Resmikan Pasar Senggol Purwosari, Gibran: Tidak Boleh Tidur di Sini!

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 12:00 WIB
Gibran meresmikan Pasar Senggol Purwosari, Solo
Gibran meresmikan Pasar Senggol Purwosari, Solo. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meresmikan Pasar Senggol Purwosari. Pada kesempatan tersebut, Gibran mewanti-wanti agar para pedagang menjaga kebersihan dan kondisi pasar agar bisa meningkatkan transaksi.

"Pasar lebih tertata harapannya lebih ramai lagi, di Purwosari transaksi di pasar tradisional lebih kencang lagi. Menjaga kebersihan, masih baru harus sama-sama dirawat," ujar Gibran kepada wartawan ditemui di Pasar Senggol Purwosari, Selasa (21/12/2021).

Selain itu Gubran juga menegaskan bahwa pasar tradisional itu hanya digunakan untuk aktivitas jual beli saja dan tidak boleh dipakai untuk hunian.

"Tidak boleh tidur di sini, tidak boleh pasang MMT, spanduk tadi juga sudah ada transaksi online, retribusi juga online dengan e-retribusi," pungkasnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo Geru Sunardi menambahkan, proyek Pasar Senggol Purwosari sempat tertunda. Awalnya proyek tersebut akan didanai oleh Kementerian Perdagangan, akan tetapi setelah pasar dirobohkan ternyata terjadi perubahan pendanaan.

"Rencana dibangun di 2020 dengan Kementerian Perdagangan, saat DED sudah dibuat, pasar dirobohkan terjadi refocusing sehingga mundur 1 tahun dan baru dibangun 2021 menggunakan APBD," ucapnya.

Pembangunan dimulai pada 12 april dan selesai pada 8 Oktober 2021 dengan anggaran sebesar Rp 3,84 miliar.

Pasar senggol, lanjutnya, dibangun di atas lahan seluas 1.185 meter persegi, total luas bangunan 1.200 meter persegi. Terdiri dari bangunan kios sebanyak 29 unit, 144 los, 8 los daging.

"Untuk jumlah pedagang 121, karena ada ada pedagang punya lebih dari 1 los. Pasar dilengkapi dengan fasilitas pembayaran nontunai juga," ungkapnya.

(mbr/sip)