Terpopuler Sepekan

Kalah lagi! Skor Pemkot Solo Vs Ahli Waris Sriwedari Jadi 0-16

Ari Purnomo - detikNews
Minggu, 19 Des 2021 09:32 WIB
Taman Sriwedari, Solo, Jumat (6/3/2020).
Taman Sriwedari, Solo, Jumat (6/3/2020). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Untuk kesekian kalinya Pemkot Solo tumbang melawan ahli waris RMT Wirjodiningrat dalam sengketa lahan Sriwedari. Bahkan kuasa hukum ahli waris Sriwedari Anwar Rachman menyebut skor kekalahan Pemkot adalah 16-0.

Meski berulang kali menelan kekalahan, Pemkot Solo belum akan menyerah. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan Pemkot akan berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankan lahan Sriwedari.

"Kalau untuk kepentingan warga saya tidak akan menyerah. Harus diperjuangkan, mosok tak tekne wae (masa saya biarkan saja)," ungkap Gibran kepada wartawan ditemui di UNS, Selasa (14/12/2021).

Disinggung mengenai kekalahan yang disebut 16-0, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tidak mempedulikannya. Yang terpenting adalah bagaimana bisa memperjuangkan lahan seluas 10 hektare itu untuk kepentingan masyarakat.

"Mau skornya 16 kosong atau pira (berapa) kosong, tetap kita perjuangkan. Ini untuk warga kota Solo," tegasnya.

Terkait dengan langkah apa yang bakal ditempuhnya setelah banding yang diajukan ke Pengadilan Tinggi (PT) Semarang kandas, Gibran mengaku masih berkoordinasi.

"Masih berproses saja, saya koordinasikan lagi dengan pihak-pihak terkait. Kita perjuangkan terus, lha piye mosok aku meneng wae (lha gimana masa saya diam saja)," urainya.

Gibran juga menyebut ada sejumlah faktor yang menyebabkan Pemkot Solo gagal menang dalam sengketa Sriwedari. Akan tetapi, Gibran enggan membeberkannya dan mempersilakan media menemukan sendiri.

"Banyak faktor yang bikin kalah, (faktor utamanya) tahu sendiri lah, lah tenan (ya benar) kok tahu sendiri kan kenapa kalah," ucapnya.

Untuk diketahui, Pengadilan Tinggi (PT) Semarang menguatkan putusan di tingkat pertama yakni Pengadilan Negeri (PN) Solo.

Putusan tersebut dimuat dalam surat putusan No:468/Pdt/2021/PT.SMG tanggal 8 Desember 2021. Dalam surat tersebut PT Semarang menolak gugatan perlawanan Pemkot Solo dalam sengketa Sriwedari melawan ahli waris RMT Wirjodiningrat.

"Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Surakarta Nomor 247/PDT.G/2020/PN. SKT Tanggal 9 Juni 2021 yang dimohonkan banding tersebut," demikian bunyi putusan PT Semarang yang dikutip detikcom dari website Mahkamah Agung (MA), Senin (13/12/2021).

Dalam putusan tersebut, Pemkot Solo yang bertindak sebagai pembanding diwajibkan membayar biaya perkara senilai Rp 150 ribu. Putusan ini diketok ketua majelis hakim yakni Murdiyono dengan anggota B Purwanto dan Shari Djatmiko.

Simak juga Video: Sengketa Lahan, Emak-emak di Jakbar Usir Preman Pakai Panci-Perabot

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)