Pedagang Pasar Cawas dan Bayat Geruduk DPRD Klaten, Ada Apa?

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 18 Des 2021 11:44 WIB
Pedagang Pasar Manyaran, Kecamatan Cawas dan Pasar Sidoarjo, Kecamatan Bayat, Klaten, datangi DPRD Klaten, Sabtu (18/12/2021).
Pedagang Pasar Manyaran, Kecamatan Cawas dan Pasar Sidoarjo, Kecamatan Bayat, Klaten, datangi DPRD Klaten, Sabtu (18/12/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Perwakilan pedagang dari Pasar Manyaran, Kecamatan Cawas dan Pasar Sidoarjo, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, mendatangi DPRD Klaten. Mereka keberatan dengan rencana kenaikan kelas dan retribusi pasar yang dilakukan Pemkab Klaten.

"Ya kita menolak rencana kenaikan retribusi. Ya karena kemahalan," ungkap Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Manyaran, Bakir, kepada wartawan di DPRD Klaten, Sabtu (18/12/2021).

Bakir menyebut kenaikan yang direncanakan Pemkab tidak bisa diterima. Karena retribusi kios dan los naik lebih dari 100 persen.

"Naiknya hampir 200 persen. Kemarin los ukuran 2x1,5 meter yang lama retribusi hanya Rp 1.000 nanti dihitung per meter jadi Rp 3.000 per los/hari" jelasnya.

Di Pasar Manyaran saat ini ada sekitar 200-an pedagang yang berjualan dan kondisinya sepi terdampak pandemi.

"Kita keberatan kaitannya dengan pandemi. Masih pandemi kok dinaikkan, kita menolak," ucap Bakir.

Sementara itu perwakilan Pedagang Sidoarjo, Warno, mengatakan pedagang meminta tarif dan penurunan kelas pasar.

"Kita minta tarif turun dan kelas pasar juga diturunkan. Kita minta turun kelas dari dulu kelas I," kata Warno.

Pantauan di lokasi, pedagang datang sekitar pukul 09.00 WIB-11.00 WIB. Mereka diterima pimpinan DPRD dan perwakilan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Pemkab Klaten.

Saat dimintai konfirmasi, Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Pemkab Klaten Didik Sudiarto mengatakan rencana kebijakan itu sudah dikaji sejak lama. Kenaikan retribusi akan tetap diberlakukan.

"Tetap diberlakukan per 1 Januari 2022. Tapi dengan catatan kita koordinasi dengan bagian hukum, tim dan DPRD untuk ditinjau ulang," ungkap Didik kepada wartawan.

Simak juga 'Warga Klaten Demo Protes Gugatan Ganti Rugi Tol Yogya-Solo':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)