ADVERTISEMENT

Respons Ganjar, Sultan HB X, Gibran hingga Hendi soal Omicron Masuk Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 09:56 WIB
OMICRON was named as a concerning variant of COVID-19 in November 2021.
(Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Faull)
Semarang -

Kepala daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan langkah-langkah setelah ditemukannya kasus pertama COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Mulai dari peningkatan testing hingga persiapan oksigen.

Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan dengan adanya kasus pertama Omicron yang ditemukan di Wisma Atlet Jakarta. Ia menegaskan akan meningkatkan tes whole genome sequencing untuk mengetahui pergerakan apakah varian Omicron juga sudah masuk di Jawa Tengah.

"Tentu di Jawa Tengah akan kita giatkan lagi testing dan tracing-nya, kita langsung ambil sampel untuk dites whole genome sequencing sehingga bisa tahu apakah Omicron ini masuk ke Jawa Tengah atau tidak," kata Ganjar, Kamis (16/12).

Menurut Ganjar, tindakan lain yang harus dilakukan adalah mengunci pintu-pintu masuk ke Indonesia. Pengetatan pintu masuk antardaerah juga harus dilakukan dan dikoordinasikan.

"Sudah dikunci saja itu pintu masuknya agar setidaknya sampai Natal dan Tahun Baru ini benar-benar tidak ada mobilitas yang cukup tinggi," ujar Ganjar.

Sri Sultan HB X

Sementara itu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan tak ada kebijakan khusus menghadapi Nataru dan Omicron, otomatis yang dilakukan Pemda DIY hanya langkah antisipasi.

"Mempersiapkan rumah sakit, oksigen. Yang kedua, hati-hati dengan kerumunan. Di kerumunan harus betul-betul menjaga protokol kesehatan di mana pun," kata Sultan kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (16/12).

"Ya yang akan diaktifkan (shelter) Dinas Sosial dan PU, di Jalan Kalasan, masih ada bed dan sebagainya. Mungkin menyiapkan lagi dokter dan perawat," imbuhnya.

Sultan juga telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY untuk mendata kesiapan oksigen dan persiapan lainnya. Hal ini dilakukan agar kelangkaan oksigen yang terjadi pada saat ledakan kasus akibat Corona varian delta lalu tak terulang.

"Tapi kita tetap perintahkan Dinas Kesehatan menghitung oksigen. Kalau perlu dari luar," jelasnya.

Selanjutnya: apa kata Gibran dan Hendi?

Simak Video 'Omicron Masuk Indonesia, Ini Hal-hal yang Harus Diperhatikan':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT