Jalan Masuk Alun-alun Kota Tegal Ditutup, Paguyuban Ungkap Dampaknya

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 15:59 WIB
Kawasan Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (9/12/2021).
Kawasan Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (9/12/2021). Foto: Imam Suripto/detikcom
Kota Tegal -

Penutupan jalan masuk kawasan Alun-alun dan Taman Pancasila Kota Tegal, Jawa Tengah, diprotes warga. Penutupan jalan itu dianggap mematikan perekonomian warga di sekitar lokasi.

Ketua Paguyuban Pedagang Kawasan Alun-alun Tegal (P2KAT), Anis Yuslam Dahda, mengatakan warga sudah berulang kali bereaksi menolak kebijakan penutupan jalan masuk ke Alun-alun Kota Tegal tersebut. Terakhir, warga melakukan pemasangan bendera kuning dan membakar kemenyan.

Aksi itu melambangkan sebuah kematian ekonomi dampak dari kebijakan Pemkot Tegal yang tidak berpihak. Bendera akan terus dipasang sampai portal penutup jalan dibuka kembali.

"Kemarin kami memasang 100 bendera kuning tanda kematian ekonomi dampak dari penutupan akses jalan menuju kawasan Alun-alun dan Jalan Pancasila Kota Tegal. Kami akan terus memasang bendera itu sampai tuntutan kami dikabulkan," kata Anis Yuslam saat dihubungi, Kamis (9/12/2021).

Anis menambahkan, sedikitnya ada 60-70 toko terkena dampak dari penutupan jalan. Mereka mengalami penurunan pendapatan hingga 70 persen.

"Di kawasan ini ada 60-70 toko yang terkena dampak dari penutupan ini. Omzet turun sampai 70 persen. Kerugian pedagang sampai miliaran rupiah. Kami mohon dibuka agar perekonomian warga bisa pulih lagi," ungkapnya.

Menurutnya, seluruh akses masuk Alun-alun Kota Tegal dan Taman Pancasila ditutup total. Jalan yang diportal itu meliputi Jalan Kaloran, Jalan Mansur, Jalan Wahid Hasyim, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Kyai Muklas, Jalan Pancasila, Jalan Sindoro, Jalan Slamet, Jalan Kolonel Sudiarto, Jalan Semeru dan Jalan Tentara Pelajar. Setiap pukul 18.00 WIB, seluruh jalan itu dipasangi portal dan baru dibuka setelah tengah malam.

"Kami minta pemerintah mendengarkan aspirasi kami. Silakan ditutup, tapi kalau toko sudah selesai dagang. Misalnya jam 10 malam sampai pagi," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, jalan masuk kawasan Taman Pancasila hingga Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, ditutup dengan portal. Kendaraan bermotor dilarang melintas setiap pukul 18.00 WIB sampai tengah malam.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono membeberkan alasan penutupan jalan tersebut. Menurutnya, Alun-alun Kota Tegal merupakan ruang publik dan setiap malam hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

"Kita harapkan masyarakat memahami bahwa alun-alun sebagai ruang publik, setiap malam banyak pejalan kaki. Ini hanya soal waktu saja, nanti kalau pandemi sudah berakhir, saya yakin banyak masyarakat yang datang ke alun-alun dan bukan cuma masyarakat Kota Tegal tapi dari luar kota," kata Dedy Yon kepada wartawan, Kamis (9/12).

"Nanti di kawasan ini akan ramai sekali. Jadi sangat membahayakan bila malam hari ada mobil dan motor lewat di situ. Sepeda pun kita larang, hanya pejalan kaki dan yang pakai sepatu roda yang boleh. Itu pun waktunya dari jam 18.00 WIB sampai pembukaannya jam 23.00 WIB sampai 00.00 WIB. jadi waktunya cuma sebentar. Jadi ini untuk mencegah kecelakaan karena ramai orang. Kemudian membikin macet karena berdesakan," bebernya.

Pemkot Tegal pun menyediakan area parkir di beberapa lokasi. Area parkir ini diperuntukkan bagi mereka yang membawa kendaraan dan akan akan berjalan-jalan di kawasan tersebut.

(rih/ams)