PPKM Level 3 saat Nataru Batal, Ganjar Minta Warga Jateng Tak Mudik

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 17:03 WIB
Ganjar Pranowo (Kadek Melda Luxiana/detikcom).
Foto: Ganjar Pranowo (Kadek Melda Luxiana/detikcom).
Semarang -

Pemerintah membatalkan PPKM Level 3 saat Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Meski begitu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat menahan diri untuk tidak mudik.

"Warga Jawa Tengah yang ada di luar Jawa Tengah, anda tinggal di situ saja nggak usah pulang. Rayakan Natal mungkin Tahun Baru di tempat itu, sehingga tidak terjadi pergeseran yang banyak. Warga yang sekarang ada di Jawa Tengah, di Jawa Tengah saja tidak usah pergi ke mana-mana," kata Ganjar di kantornya usai Rapat Koordinasi secara virtual tentang Kesiapan Penerapan PPKM Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Percepatan Vaksinasi serta Belanja Daerah APBD dan Rakor Kemiskinan yang dipimpin Mendagri secara daring di kantornya, Semarang, Rabu (8/12/2021).

Ganjar meminta dukungan masyarakat untuk berpartisipasi agar Nataru tetap aman. Pihaknya pun berharap Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak mengambil cuti.

"Untuk waktu tiga minggu kami butuh dukungan itu, sehingga kalau itu bisa dukung insyaallah kita akan bisa mengamankan. Ini cara kami inisiatif yang kita munculkan dari Jawa Tengah. Cuti ASN, nggak usah cutilah, cuti mau apa? Ya kan?" ucapnya.

Ganjar juga meminta pemerintah untuk memperketat pintu masuk Indonesia. Hal ini untuk mencegah tersebarnya varian COVID Omicron.

"Saya dari daerah meminta pertama, pemerintah pusat untuk memastikan seluruh tamu dari luar negeri yang mau masuk ke Indonesia di pintu masuk itu ketat, itu permintaan kami," ujarnya.

Sementara itu, pihaknya juga melakukan langkah preventif dengan meneliti sampel kasus Corona menggunakan whole genome sequencing. Tak hanya itu, pihaknya juga terus menggenjot percepatan vaksinasi.

"Kami di daerah punya tugas untuk melakukan percepatan vaksinasi, kami punya tugas untuk melakukan sosialisasi penguatan pengetatan aturan tentang prokes. Nggak bisa nggak, dan ini sudah mulai kita petakan," terang dia.

(ams/rih)