Cleaning Service Dilaporkan Diculik, Keluarga Dimintai Tebusan Jutaan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 16:31 WIB
Ilustrasi Orang Hilang
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Semarang -

Seorang pemuda yang bekerja sebagai cleaning service di Semarang, BP (20) dilaporkan hilang oleh keluarganya di Demak dengan dugaan jadi korban penculikan. Kakak BP, Fai mengungkap keluarga sempat mendapat telepon yang meminta uang jutaan demi keselamatan adiknya.

"Minta itu minta transfer Rp 2,6 juta. Saya tanya ada masalah apa? 'Pokoknya saya masih menjamin keselamatan adek, kalau tidak ya tidak jamin'," ujar Fai di Semarang, Selasa (7/12/2021).

BP dilaporkan hilang sejak 17 November 2021. Sedangkan telepon dari orang tak dikenal itu diterima keluarga pada sepekan kemudian.

Keluarga kemudian kembali mendapatkan telepon kali ini dari BP. BP bicara sendiri meminta tolong agar uang itu segera ditransfer. Sang kakak kemudian sempat berhubungan dengan nomer telepon itu melalui video call.

Keluarga Negosiasi dengan Penelepon

Keluarga BP pun kebingungan karena dari keluarga sederhana dan kesulitan mencari uang sejumlah itu dalam semalam. Sempat ada negosiasi hingga disepakati dikirim Rp 1,5 juta. Pihak keluarga kemudian mengupayakan uang tersebut.

"Transfer itu tanggal 27 November, waktu itu adanya bentuknya masih receh. Ditukar-tukar masukan ATM. Setelah ada bukti transfer, bilang oke," ujarnya.

Namun setelah uang itu ditransfer tak ada kabar lagi soal keberadaan BP hingga saat ini. Kasus ini telah ditangani polisi.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy, mengatakan pihak keluarga BP itu sudah melakukan laporan orang hilang ke Polsek Mranggen, Demak. Laporan itu kemudian diarahkan ke Polrestabes Semarang karena lokasi hilangnya BP diduga di Semarang.

Polres Demak dan Polrestabes Semarang dengan dukungan dari Polda Jateng telah mengusut kasus tersebut.

"Hari ini Polres Demak kerjasama dengan Polrestabes Semarang juga dengan Ditkrimum untuk backup. Upaya dan langkah polres sudah dilakukan," kata Iqbal, kepada wartawan di Salatiga, hari ini.

(sip/ams)