Dipolisikan Usai Gugat Prabowo Rp 501 M, Ini Kata Eks Ketua Gerindra Blora

Febrian Chandra - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 21:29 WIB
Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputro laporkan eks Ketua DPC Gerindra Blora Setiyadji Setyawidjaja ke Polda Jateng, Senin (6/12/2021).
Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputro laporkan eks Ketua DPC Gerindra Blora Setiyadji Setyawidjaja ke Polda Jateng, Senin (6/12/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Setiyadji kembali menegaskan dia tidak mempermasalahkan terkait laporan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan oleh DPD Gerindra Jateng kepadanya.

"Orang kalau sudah kebingungan karena intinya itu ya sudah biarkan saja, dipanggil ya saya hadir," kata Setiyadji.

Diberitakan sebelumnya, mantan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Blora Setiyadji Setyawidjaja menggugat DPP Gerindra cq Prabowo Subianto selaku Ketum DPP Gerindra senilai Rp 501 miliar. DPD Gerindra Jawa Tengah (Jateng) kini melaporkan Setiyadji terkait pelanggaran kekarantinaan ke polisi.

Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro menjadi pelapor. Sriyanto mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng.

"Kronologi tanggal 25 Juni 2021 yang bersangkutan diundang harus datang ke Mahkamah Kehormatan Partai di DPP karena terkait indisipliner dan melanggar AD/ART partai, yang bersangkutan tidak datang tapi mengirim info lewat handphone mengaku sedang positif COVID-19 dan mengaku isoman," kata Sriyanto usai dari SPKT Polda Jateng, Senin (6/12).

Sriyanto mengungkap kala itu terlapor ternyata kunjungan kerja ke Kediri dan Nganjuk. Dia pun mengaku baru melaporkan hal ini karena menunggu keputusan dari partai.

Sriyanto menegaskan laporannya ke Polda Jateng tidak terkait dengan gugatan Setiyadji terkait pencopotannya sebagai Ketua DPC Gerindra Blora. Sebab, menurutnya pemecatan yang dilakukan partai karena ada pelanggaran yang dilakukan Setiyadji.

"Ya saya kira hal terpisah, dia gugat Pak Prabowo hak mereka, tapi partai dengan pertimbangan matang alasan kuat tidak mungkin asal pecat. Kita sebagai kader loyal pasca-partai diatur AD/ART partai," terang dia.

Diketahui, Setiyadji Setyawidjaja menggugat DPP Gerindra cq Prabowo Subianto selaku Ketum DPP Gerindra ke PN Jakarta Selatan 29 September 2021 lalu. Gugatan materiel dan imateriel senilai Rp 501 miliar itu dilayangkan karena Setiyadji tak terima dicopot sebagai Ketua DPC Gerindra Blora.


(rih/mbr)