Bupati: ASN di Klaten Dilarang Cuti Saat Nataru

ADVERTISEMENT

Bupati: ASN di Klaten Dilarang Cuti Saat Nataru

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 06 Des 2021 18:10 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani minta pusat memprioritaskan vaksin COVID-19 untuk wilayahnya.
Bupati Klaten Sri Mulyani (Foto: Manik Priyo Prabowo/detikcom)
Klaten -

Aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Klaten dilarang cuti saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Larangan cuti itu dikecualikan bagi yang sakit atau melahirkan.

"Kebijakan saya, saya sudah sampaikan di rakor pagi, ASN tidak ada cuti. Kecuali sakit atau melahirkan," kata Bupati Klaten Sri Mulyani kepada wartawan usai peluncuran tuntas vaksin di Pasar Srago, Klaten Tengah, Senin (6/12/2021).

Mulyani menjelaskan selain tidak ada cuti, ASN dilarang menggunakan mobil dinas ke luar kota. Kecuali untuk dinas di wilayah Kabupaten Klaten.

"Untuk dihindari atau tidak dilakukan pada saat Nataru ini menggunakan mobil dinas. Kecuali untuk tugas dalam wilayah Kabupaten Klaten," sebut Mulyani.

Bagi ASN yang nekat melanggar, Mulyani menegaskan tidak akan segan menjatuhkan sanksi.

"Kalau nekat ya ada sanksi. Sanksi ya ada yang ringan dan berat," tandasnya.

"Nataru juga tidak ada pesta kembang api, serta objek wisata akan segera dirapatkan karena nanti diberlakukan PPKM level 3," lanjut Mulyani.

Mulyani menambahkan terkait kondisi kasus virus Corona atau COVID-19 di Klaten, saat ini kasus positif tinggal satu tapi target Pemkab adalah nol kasus. Untuk itu masyarakat harus ikut berperan mewujudkan Klaten zero kasus.

"Harapannya ya nol kasus. Masyarakat harus patuh protokol karena kita tidak tahu kapan berakhir, ketaatan masyarakat itulah yang akan menentukan nol kasus," ujarnya.

Saat ini capaian vaksinasi di Klaten mencapai 78,9 persen. Angka itu belum sesuai target kabupaten, provinsi maupun nasional. Mulyani menyebut kendala saat ini adalah mencari warga yang mau vaksin dosis pertama.

"Target saya bulan November sudah 80 persen. Instruksi presiden di akhir tahun 80 persen, instruksi gubernur Jawa Tengah 100 persen," papar Mulyani.

"Kendala kami, masyarakat terkena sedikit berita yang tidak benar. Bahwa vaksin astrazeneca ini tidak bagus, sedikit berisiko, padahal efektivitas jenis ini lebih maksimal," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten Cahyono Widodo menyampaikan untuk percepatan vaksin akan dilakukan di tiga pasar. Yaitu Pasar Srago, Delanggu dan Pedan.

"Percepatan di tiga pasar, Srago, Delanggu dan Pedan. Untuk kasus COVID aktif tinggal satu," kata Cahyono.

(rih/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT