Berburu Barang Antik? Yuk Berkunjung ke Pasar Gabusan Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 22:19 WIB
Suasana pasar antik dan vintage di Pasar Seni Gabusan, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.
Suasana pasar antik dan vintage di Pasar Seni Gabusan, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Pasar antik dan vintage digelar di Pasar Seni Gabusan, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, DIY. Pasar antik ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Anggota Komunitas Pasar Antik Yogyakarta (Kompakyo) Irwan Kurniawan menjelaskan bahwa pasar antik dan vintage di Pasar Gabusan dibuka Sabtu (4/12) kemarin. Menurutnya, dengan adanya pasar tersebut menjadi titik balik bagi pelaku usaha khususnya barang-barang antik untuk bangkit setelah terdampak pandemi.

"Dengan grand opening kemarin menjadi awal kebangkitan kita dari keterpurukan. Dan ini (keberadaan pasar antik) sekaligus untuk memperkenalkan ke masyarakat Bantul khususnya Yogyakarta," kata Irwan kepada wartawan, Minggu (5/12/2021).

Terdapat puluhan penjual di pasar antik dan vintage ini. Dia menyebut ke depannya pasar tersebut akan buka setiap hari.

"Total ada 68 stan, kios. Sehari-hari dibuka, dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam kita tetap buka dan tetap konsisten dengan keberadaan kita di sini," ujarnya.

Suasana pasar antik dan vintage di Pasar Seni Gabusan, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.Suasana pasar antik dan vintage di Pasar Seni Gabusan, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Selain itu, setiap pekan pihaknya akan menggelar lelang barang-barang antik dan setiap bulan mengadakan event pasar loak. Dengan berbagai kegiatan tersebut, dia berharap keberadaan pasar antik dan vintage bisa menjadi salah satu tujuan wisata di Bumi Projotamansari.

"Dan setiap malam Minggu ada rangkaian di Kompakyo, lelang barang-barang antik dan tiap bulan mengadakan flea market. Harapannya dengan flea market di sini (Pasar Seni Gabusan) bisa menjadi tujuan wisata," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut bahwa keberadaan bursa jual beli barang antik dan vintage membuat Pasar Seni Gabusan semakin eksis dan berkembang di tengah pandemi. Halim berharap tren positif ini bisa terus berkembang.

"Harapannya setelah ini senantiasa bisa terus menerus mengembangkan diri. Sehingga bisa memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantul," ujar Halim.

Halim juga optimis dengan perkembangan pasar tersebut ke depannya bisa menjadi salah satu tujuan wisatawan. Namun, dia berpesan agar penjual di pasar antik dan vintage selalu menjaga kepercayaan konsumen.

"Pasar ini (Pasar Seni Gabusan) awalnya jadi destinasi wisata. Nah, dengan keberadaan pasar antik dan vintage ini dengan kolaborasi penyedia jasa pariwisata akan semakin ramai dikunjungi wisatawan," ucapnya.

"Dan jangan lupa jaga kualitas barang antik dan vintage yang kita jajakan, karena itu menyangkut kepercayaan para konsumen. Kepercayaan konsumen menyangkut segalanya," lanjut Halim.

(rih/rih)