Ibu Muda Pembuang Mayat Bayi dalam Kardus di Sukoharjo Ditangkap!

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 14:55 WIB
Rilis penangkapan ibu muda pembuang mayat bayi dalam kardus di Polres Sukoharjo
Rilis penangkapan ibu muda pembuang mayat bayi dalam kardus di Polres Sukoharjo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sukoharjo -

Polisi akhirnya mengungkap kasus penemuan mayat bayi dalam kardus di Desa Pondok RT 03/RW 02 Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, pada 29 November 2021 lalu. Rupanya, jasad bayi itu dibuang oleh ibunya sendiri, yakni E (20).

"Tersangka adalah E, ibu dari bayi itu. Dia warga sekitar, masih di Desa Pondok," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan di Mapolres Sukoharjo, Jumat (3/12/2021).

E mengaku secara spontan menutup mulut bayinya agar suara tangisannya tidak terdengar. Namun ternyata bayi yang baru lahir itu langsung meninggal dunia.

Tersangka memang selama 9 bulan menutupi kehamilannya, bahkan kepada orang tuanya. Sebab kehamilannya terjadi karena berhubungan intim dengan pacarnya, D (21), warga Sragen.

"Memang dia merahasiakan kehamilannya, tidak ada yang tahu, sehingga kelahirannya itu juga tidak ingin diketahui siapa pun," ujar dia.

E mengenal D karena sama-sama bekerja di sebuah pabrik tekstil di Sukoharjo. Karena sama-sama suka, keduanya menjalin asmara sampai akhirnya mereka berhubungan intim hingga empat kali di Tawangmangu.

"Tapi D tidak mau bertanggung jawab dan memilih bekerja ke luar daerah. Sedangkan E masih merawat kehamilannya tanpa diketahui orang lain," katanya.

Sebelumnya, polisi sempat bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk mencari ibu hamil yang pernah memeriksakan kandungan. Dari pemeriksaan itu, polisi tidak mendapatkan hasil.

Namun dari penyelidikan lanjutan, ada informasi terkait E yang sudah lama tidak keluar rumah. Saksi juga melihat bentuk tubuh E yang berubah seperti orang hamil.

"Informasi yang kami dapat, E ini tidak pernah keluar rumah dan mungkin kelihatan juga dari fisiknya. Setelah kita periksa, betul pelakunya E," ujar Wahyu.

Polisi menyiapkan sejumlah barang bukti, antara lain karpet dengan bercak darah karena dipakai dalam proses persalinan. Kemudian ada pembalut dan bantal kuning dengan bercak darah.

E dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 dan 4 juncto Pasal 76 C UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 338 KUHP dan 308 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sementara D masih menjadi saksi.

(ams/rih)