Pipa Diterjang Lahar Merapi, BPBD Kirim Air Bersih ke Warga KRB Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 14:39 WIB
Sisa material banjir lahar hujan Gunung Merapi di Sungai Bebeng, Sleman, yang berdampak pasokan air bersih warga KRB Klaten.
Sisa material banjir lahar hujan Gunung Merapi di Sungai Bebeng, Sleman, yang berdampak pasokan air bersih warga KRB Klaten. (Foto: dok Jainu)
Klaten -

Pasokan air bagi warga desa di kawasan rawan bencana (KRB) 3 Gunung Merapi di Klaten, Jawa Tengah, terputus setelah jaringan pipa rusak diterjang banjir lahar hujan. BPBD Pemkab Klaten turun tangan.

"Dari hasil cek dan koordinasi persediaan air bersih masih aman. Air bersih dari bak tandon hujan masih mencukupi beberapa hari," kata Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Klaten Sip Anwar kepada detikcom, Jumat (3/12/2021).

Sip Anwar menjelaskan meskipun stok air bersih di tiga desa yakni Desa Balerante, Sidorejo dan Panggang cukup tapi antisipasi tetap dilakukan.

"Hari ini kita kirimkan dua tangki air bersih ke tiga desa. Kita tetap lakukan langkah antisipasi, termasuk lima mobil tangki kita siagakan di lokasi," ungkapnya.

Menurut Sip Anwar, mobil tangki tetap disiagakan di desa atas untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Sedangkan untuk penanganan pipa yang rusak akan dilakukan secepatnya.

"Mobil tangki tetap kita siagakan sebab bisa jadi stok air di tandon tidak sama, silakan mobil digunakan. Untuk pipa segera diterjunkan alat berat, Pemkab siap membantu, prinsipnya untuk bencana harus ditangani dulu," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Kaur Perencanaan Desa Balerante, Jainu, mengatakan bahwa untuk sementara ini warga masih bisa memanfaatkan air hujan.

"Karena ini musim hujan warga masih bisa menggunakan air hujan," kata Jainu.

"Untuk perbaikan pipa estimasi sekitar Rp 200 juta lebih, termasuk sewa alat berat dua pekan," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 10.000 jiwa warga desa di kawasan rawan bencana (KRB) 3 Gunung Merapi di Klaten, Jawa Tengah, krisis air bersih. Penyebabnya pasokan air bersih dari mata air Bebeng, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), putus diterjang banjir lahar hujan.

"Hasil rapat tadi malam di Desa Glagaharjo, Sleman bahwa untuk Klaten terdampak banjir lahar dingin karena pipa air bersih rusak. Dampak di Klaten ada 10.000 jiwa terdampak," ungkap Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Pemkab Klaten, Rujedi, Jumat (3/12).

Menurut Rujedi, jumlah jiwa yang kesulitan air bersih itu ada di tiga desa Kecamatan Kemalang. Meliputi Desa Balerante, Sidorejo dan Panggang.

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Jainu, mengatakan banjir terjadi tanggal 1 Desember 2021 sekitar pukul 16.00 WIB. Banjir tersebut merusak pipa paralon air minum dari mata air Bebeng yang melewati sungai.

"Banjir cukup besar yang sebelumnya tidak pernah terjadi di Sungai Bebeng. Karena banyak longsor dan menutup sungai menjadi banjir melewati pipa," sebut Jainu pada wartawan.

(rih/sip)