Round-Up

Kegalauan Ridwan Kamil: Pilpres... Pilgub... Pilpres... Pilgub... Pil...

Jauh Hari wawan S - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 07:43 WIB
Ridwan Kamil memberikan bantuan untuk rumah ibadah di Yoboi, Jayapura
Ridwan Kamil (Foto: Yudha Maulana)
Sleman -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku masih belum memutuskan untuk maju dalam Pilpres 2024. Ridwan Kamil pun mengaku dilema maju Pilpres atau Pilgub Jawa Barat.

Dia mengatakan saat ini posisinya berada di dua pilihan atau dua pintu. Jawaban itu, muncul saat dipancing pertanyaan oleh dosen Fisipol UGM Mada Sukmajati soal bakal maju di 2024 atau tidak.

"Kita bicara realita ya, jadi posisi saya itu ada dua pilihan ibaratnya dua pintu lah. Pintu pertama melanjutkan periode kedua karena saya kan gubernur baru periode satu. Kalau saya pilih pintu yang kiri ya saya 2024 ikut Pilgub lagi untuk 5 tahun berikut," kata Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam diskusi Fisipol Leadership Forum: Road to 2024 yang diadakan Fisipol UGM, Yogyakarta, Kamis (2/12).

"Atau pintu kedua kepemimpinan nasional karena Pak Jokowi kan selesai dalam dua periode," jelasnya.

Ridwan Kamil mengaku pertanyaan ini belakangan ini sering dilontarkan kepadanya. Apalagi namanya selalu masuk dalam survei elektabilitas capres 2024.

"Nah kenapa karena 2024 Pak Jokowi selesai nah siapakah yang melanjutkan, tadi Pak Dekan sudah memberikan pengantar, bisa dari kepala daerah bisa dari para menteri, partai politik, dari sumber-sumber kepemimpinan yang lain," ucapnya.

Butuh logistik yang tak sedikit

Labih lanjut, Ridwan Kamil mengaku telah belajar dari dua kali Pilkada yang dia ikuti. Ridwan Kamil menyebutkan setidaknya untuk maju menjadi pemimpin Indonesia harus punya tiga syarat.

"Nah saya belajar dari dua kali pilkada sebagai penganten Pilkada bahwa untuk maju menjadi pemimpin di Indonesia syaratnya tiga satu elektabilitas dan kesukaan dua ada logistik, mahal kan triliunan yang saya dengar untuk jadi presiden menurut riset. Nah Rp 8 triliun, ini duit dari mana Rp 8 triliun yang ketiga adalah partai yang mengusung karena sistem demokrasinya seperti itu," urainya.

Selanjutnya: percaya diri soal elektabilitas...