Fakta-fakta Terkini Wanita Pamer Payudara-Kemaluan di Bandara YIA Kulon Progo

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 16:17 WIB
Video wanita mempertontonkan payudara dan alat kelamin di Bandara Yogya viral di media sosial. Mapolres Kulon Progo langsung menggelar jumpa pers.
Analisis Polres Kulon Progo soal video wanita pamer kelamin di Bandara YIA (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Yogyakarta -

Video aksi seorang wanita pamer payudara dan kemaluan di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo viral di media sosial. Polisi kini mengusut kasus itu dan memburu penyebar video tersebut.

Berikut fakta-fakta terkini dari kasus video wanita pamer payudara dan kemaluan di YIA tersebut.

1. Pemeran perempuan pakai masker

Video perempuan berambut panjang warna hitam mengenakan baju abu-abu dengan garis hitam dan rok panjang hitam sedang mempertontonkan dan memainkan alat vitalnya. Wajah perempuan tersebut tertutup masker dan kacamata. Video tak senonoh itu berdurasi sekitar 1 menit 22 detik.

2. Beredar di Twitter

Video berkonten pornografi itu mulanya beredar di Twitter.

3. Video dibuat di area parkir Bandara YIA Kulon Progo

Polisi membenarkan video itu diambil di kawasan Bandara YIA Kulon Progo. Tepatnya di area parkir.

4. Video diduga dibuat tahun 2020

Polisi menyebut video itu diduga dibuat tahun lalu. Hal ini berdasarkan dari perbedaan ciri-ciri bangunan tempat pengambilan gambar dengan kondisi saat ini, yakni rambu larangan berhenti.

"Berdasarkan tanda-tanda lokasi ada sedikit perbedaan, yaitu tidak adanya rambu dilarang berhenti. Rambu ini berdasarkan keterangan pihak bandara baru dipasang sekitar Oktober 2020, jadi ada kemungkinan pengambilan gambar dilakukan sebelum itu," jelas Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini, dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo, Kamis (2/12/2021).

5. Penyebar dan pelaku diburu polisi

Polisi menyebut tim siber Polres Kulon Progo sudah dikerahkan untuk melacak penyebar dan pemeran video pornografi tersebut.

6. Pelaku dijerat UU Pornografi

Dia menyebut para pelaku yang kini diburu itu bakal dijerat dengan UU Pornografi dengan ancaman pidana 12 tahun penjara atau denda maksimal Rp 6 miliar. Tak hanya itu, para pelaku juga bakal dijerat pasal 45 ayat 1, UU ITE dengan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal 1 miliar.

"Nanti kita pakai dua aturan tersebut untuk menjerat pelaku," ucap dia.

Simak juga Video: Heboh Kasus Pelecehan Seksual: Pamer Kelamin-Begal Payudara

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)