Penyebar Video Wanita Pamer Payudara di Bandara YIA Kulon Progo Diburu Polisi

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 13:52 WIB
Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini menunjukkan hasil penyelidikan sementara terkait video viral dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo, Kamis (2/12/2021).
Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Polisi sedang menyelidiki kasus video viral pornografi aksi ekshibisionis seorang wanita memamerkan payudara dan kemaluannya di kawasan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pelaku terancam UU Pornografi dan UU ITE.

"Dari pelakunya belum bisa kita tentukan siapa meski ciri-cirinya terlihat dari video tersebut. Video tersebut diunggah dari sebuah akun, akun itu bukan akun pribadi. Kita sendiri tertantang untuk bisa masuk ke dalam akun tersebut," ucap Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini, dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo, Kamis (2/12/2021).

"Oleh karena itu dari tim siber kami masih melakukan upaya-upaya penyelidikan untuk mengungkap melalui akun yang disebarkan sehingga muncul video yang cukup membuat heboh itu," sambungnya.

Dari penelusuran detikcom, diketahui video viral itu salah satunya diposting oleh akun Twitter @kolek****. Diunggah sejak 23 November 2021 lalu, video itu telah ditonton sebanyak 22 ribu kali dan disukai 722 pengguna sosial media.

Dalam video nampak seorang perempuan berambut panjang warna hitam mengenakan baju abu-abu dengan garis hitam dan rok panjang hitam sedang mempertontonkan dan memainkan payudara dan kemaluannya. Wajah perempuan tersebut tertutup masker dan kacamata. Adapun latar video menunjukkan salah satu bangunan parkir di kawasan Bandara YIA Kulon Progo.

Video ini belakangan viral, dan telah diketahui tim siber Polres Kulon Progo pada 30 November 2021. Penyelidikan kini sedang dilakukan dan nantinya pelaku akan dijerat dengan UU Pornografi dan UU ITE.

"Kami akan kenakan UU Pornografi dengan ancaman pidana 12 tahun penjara atau denda maksimal Rp 6 miliar, dan juga dijerat pasal 45 ayat 1, UU ITE dengan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal 1 miliar," ujar Fajarini.

(sip/ams)