Terpopuler Sepekan

Ulah Sadis Dukun Sianida Pembunuh Berantai di Magelang

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 08:11 WIB
IS (57) yang meracuni empat orang dengan racun sianida jalani proses rekonstruksi hari ini. Total ada 47 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut.
Rekonstruksi kasus dukun sianida di Magelang (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Empat orang tewas usai menjadi korban racun maut dukun IS (57) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tersangka menghabisi korban dengan racikan sianida demi menguasai uang korbannya.

Kasus ini terungkap saat penemuan mayat dua pedagang sayur berinisial L (31), dan W (38). Mayat kedua pedagang sayur itu ditemukan di pinggir jalan Dusun Sukyoso, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Rabu (10/11) pukul 20.30 WIB.

"Kedua korban pedagang sayur, kedua korban ini adalah saudara ipar," kata Wakapolres Magelang Kompol Aron Sebastian saat jumpa pers di kantornya, Jumat (19/11/2021).

Dari kasus penemuan dua mayat ini, petunjuk akhirnya mengarah ke IS. Seorang petani yang juga dikenal sebagai dukun di kampungnya Kecamatan Kajoran. IS pun ditangkap pada Kamis (11/11) malam.

"Dari situlah, kami kembangkan dan kami selidiki lebih dalam sehingga menemukan beberapa informasi dari saksi-saksi yang mengarah kepada tersangka IS. Tersangka ini pekerjaan petani, dalam arti kami sebut dukun," ujarnya.

Autopsi terhadap kedua pedagang sayur bersaudara itu menunjukkan korban tewas akibat diracun. Racun itu juga ditemukan di dalam cairan yang ada di dalam plastik.

"Kami uji di Labfor Polda Jateng dengan hasil bahwa dalam tubuh korban mengandung sianida. Termasuk dalam cairan plastik bening berisi cairan di dalam mobil juga positif sianida," jelas Kasat Reskrim Polres Magelang AKP M Alfan.

Dalam perkembangan penyelidikan, diketahui ada dua korban lain yang tewas akibat ulah dukun IS. Kedua korban itu yakni S (63) warga Moyudan, Sleman, dan M (52) warga Sutopati, Kecamatan Kajoran.

Kedua korban ini juga dihabisi dukun IS dengan diracun. Belakangan diketahui, korban M yang meninggal pada 14 Mei 2020 dan dimakamkan warga dengan protokol COVID-19 ternyata tewas usai diracun IS.

"Ya perkembangan terbaru bahwasanya ada fakta baru yakni dari tersangka menjelaskan melakukan perbuatan ini sebanyak tiga kali. Yang mana korban pertama saudara M (52)," kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun kepada wartawan, Senin (22/11).

Sajarod menyebut M mendatangi dukun IS dengan maksud meminta bantuan. Nahas, bukan bantuan yang diterima M namun justru maut.

Selengkapnya di halaman berikut...

Lihat juga Video: Sidang Perdana Pembunuh Berantai Kulon Progo, Didakwa Pasal Berlapis

[Gambas:Video 20detik]